Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 September 2021 | 02.54 WIB

Jadi Tumpuan Perekonomian Saat Pandemi, Pemerintah Fokus Bantu UMKM

Pengerajin anyaman rotan menyelesaikan pembuatan keranjang di jalan raya Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (6/3/2021). Pandemi Covid-19 menurunkan banyak sektor usaha tak terkecuali usaha mikro kecil menengah (UMKM) akibat adanya pembatasan aktifitas masyaraka - Image

Pengerajin anyaman rotan menyelesaikan pembuatan keranjang di jalan raya Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (6/3/2021). Pandemi Covid-19 menurunkan banyak sektor usaha tak terkecuali usaha mikro kecil menengah (UMKM) akibat adanya pembatasan aktifitas masyaraka

JawaPos.com - Pemerintah menegaskan tetap akan memfokuskan untuk mendukung sektor UMKM yang menjadi tumpuan perekonomian nasional. Pasalnya 99,9 persen struktur ekonomi nasional bertumpu pada sektor ini dan terbukti ampuh menjadi bantalan utama ekonomi nasional saat terjadi krisis.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki, mengatakan bahwa saat krisis akibat pandemi Covid-19, UMKM justru menjadi sektor yang paling terdampak parah. Untuk itu, pemerintah sudah mencanangkan beberapa program untuk mendukung kebangkitan UMKM.

Teten menyebut beberapa program yang dilakukan melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Per 30 Juli 2021 telah tersalur sebesar Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 Juta Usaha Mikro.

Selanjutnya bantuan subsidibunga KUR (kredit usaha rakyat) sebesar 3 persen yang akhirnya diperpanjang hingga akhir Desember 2021. Kemudian, masih Teten, pemerintah melalui bank penyalur telah menyalurkan dana KUR per 5 September 2021 sebesar Rp 177,71 triliun kepada 4.795.255 debitur atau 70,06% dari target Rp253,64 triliun.

"Kita juga memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi lewat LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir). Hingga 17 September 2021 telah tersalur Rp 1,04 triliun dari targetRp 1,6 triliun kepada 128 koperasi," kata Teten Masduki dalam webinar bertema Peran Perbankan dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan yang digelar oleh MikroForum - Forwada, Kamis (23/09/2021).

Teten menambahkan bahwa pemerintah juga terus mendorong agar perbankan meningkatkan keterlibatannya dalam upaya membantu sektor UMKM terus tumbuh kembang. Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 mendatang kredit perbankan kepada sektor UMKM bisa mencapai 30 persen.

Sementara Staf Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ryan Kiryanto menyoroti sinergi dan kolaborasi antar lambaga dalam mendukung sektor UMKM. Menurutnya, terbitnya Keputusan Presiden (Kepres) No.15 tahun 2021, tentang pembentukan Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diketuai oleh Menko Marinvest, Luhut B Panjaitan akan memastikan setiap lembaga jalan akan berjalan bersama-sama dalam pengembangan UMKM ke depan.

“Kami mengajak semua pihak, baik otoritas, lembaga pemberintahan, pelaku industry keuangan dan seluruh masyarakat luas khususnya UMKM untuk bergerak bersama-sama seirama, untuk mensukseskan program andalan pemerintah yaitu, program Banga Buatan Indonesia. Program ini pada akhirnya adalah stimulan bagi keberlanjutan pelaku UMKM Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore