
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin. (Istimewa).
JawaPos.com - Pemerintah menyiapkan dana Rp 440,69 triliun untuk program pengentasan kemiskinan untuk tahun anggaran 2021. Wakil Presiden Ma'ruf Amin selaku Ketua TNP2K menyampaikan pemerintah tengah melakukan perbaikan sistem pensasaran nasional (national targeting system). Langkah ini ditempuh dengan memperbaiki penargetan berdasarkan wilayah.
’’Terutama wilayah-wilayah yang merupakan kantong kemiskinan ekstrem,’’ kata Wapres.
Dia meminta sekretariat TNP2K mengidentifikasi 212 kabupaten/kota di 25 provinsi yang menjadi kantong kemiskinan. Di daerah tersebut mewakili 75 persen jumlah penduduk miskin ekstrem secara nasional.
Dari total anggaran pengentasan kemiskinan sebesar Rp 440,69 triliun, sebesar Rp 272,12 triliun dialokasikan untuk kelompok program pengurangan beban pengeluaran. Bentuknya berupa bantuan sosial dan subsidi. Kemudian untuk program pemberdayaan dan peningkatan produktivitas mencapai Rp 188,57 triliun. Harus dipastikan setiap rumah tangga miskin ekstrem menerima bantuan tersebut.
Dia juga meminta ke depan tata kelola data perlindungan sosial terus disempurnakan. Pengalaman dalam pengucuran bantuan selama pandemi Covid-19, pemerintah kesulitan untuk menyalurkan kepada masyarakat yang tiba-tiba jatuh miskin. Untuk data penerima manfaat perlindungan sosial harus berisi data rumah tangga dan data usaha mikro kecil (UMK).
Perbaikan strategi pengentasan kemiskinan dilakukan dengan memfokuskan ke kantong-kantong kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem. Pemerintah memulainya dengan fokus di tujuh provinsi, salah satunya adalah Provinsi Jawa Timur.
Setiap provinsi itu ada lima kabupaten prioritas sasaran penanganan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dilansir Kamis (26/8) kemarin, rincian di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Probolinggo dengan jumlah 131 ribu keluarga miskin ekstrem. Kemudian disusul Kabupaten Bojonegoro (6 ribu keluarga miskin ekstrem), Kabupaten Lamongan (9,74 ribu), Kabupaten Banglakan (68,22 ribu), dan Kabupaten Sumenep (49,91 ribu).
Sementara itu Provinsi Jawa Tengah juga menjadi fokus penanganan kemiskinan ekstrem. Rinciannya adalah Kabupaten Banyumas sebanyak 56,56 ribu keluarga miskin ekstrem, Kabupaten Banjarnegara (22,56 ribu), Kabupaten Kebumen (24,32 ribu), Kabupaten Pemalang (74,14 ribu), dan Kabupaten Brebes (125,43 ribu).
Selain itu ada Provinsi Jawa Barat, NTT, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Secara keseluruhan total penduduk miskin ekstrem di 35 kabupaten di tujuh provinsi itu mewakili 20 persen angka nasional. Total angka kemiskinan ekstrem di 35 kabupaten prioritas itu 2,096 juta jiwa. Sedangkan total penduduk miskin ekstrim di Indonesia ada 10,4 juta jiwa. Kriteria kemiskinan ekstrem yang digunakan pemerintah adalah orang yang hidup dengan biaya USD 1,9 (Rp 27.350) setiap harinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022