
Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko setelah dilantik di Auditorium Utama LIPI, Jakarta, Kamis (31/5)
JawaPos.com – Pemerintah mulai menyisihkan anggaran untuk mengisi dompet dana abadi riset atau penelitian. Saat ini jumlah yang tersimpan masih Rp 5 triliun.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyampaikan pemerintah mengejar target dana abadi riset mencapai Rp 100 triliun. Mantan kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menyampaikan dana abadi riset atau penelitian merupakan amanah dari UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
"Target dana pokok sama dengan dana abadi pendidikan. Yaitu Rp 100 triliun," katanya Rabu (19/8).
Handoko mengatakan dana abadi riset saat ini masih terkumpul Rp 5 triliun. Dana itu dikumpulkan sejak 2019 lalu. Dia menjelaskan pengelolaan dana abadi riset itu berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Hampir sama dengan pengelolaan dana abadi pendidikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kemenkeu. Dia menjelaskan tahun depan DPR mengusulkan simpanan pokok dana abadi riset ditambah lagi Rp 5 triliun.
Nantinya hasil pengelolaan atau imbal hasil pengelolaan dana abadi riset diserahkan ke BRIN. Kemudian oleh BRIN disalurkan ke sejumlah lembaga riset untuk dana hibah riset kompetitif.
Handoko menjelaskan peneliti yang berhak mendapatkan hibah dana riset itu bisa berasal dari banyak lembaga. Mulai dari lembaga riset di bawah naungan BRIN, perguruan tinggi, maupun swasta.
Dia menjelaskan untuk saat ini nilai imbal hasil dana abadi riset belum signifikan. Kemudian dana hasil pengelolaan itu belum bisa disalurkan karena masih menunggu keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Dana Abadi Riset.
Menurut Handoko dalam seminar Kebijakan dan Strategi Riset dan Inovasi Teknologi Kebencanaan, saat ini banyak kegiatan riset atau inovasi yang menjadi prioritas pemerintah. Diantaranya adalah riset di bidang kebencanaan. Dia mengatakan riset di bidang kebencanaan memiliki banyak tantangan. Mulai dari memahami karakteristik bencana dan luasnya wilayah Indonesia.
"Dalam pengembangan teknologi kebencanaan, orang tentunya ingin yang praktis, murah, awet, dan akurat. Ini idealnya," katanya.
Dia mencontohkan inovasi kebencanaan deteksi dini tsunami oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berbasis buoy dan kabel (CBT). Dari keduanya tentu harus dipilih mana yang paling masuk akal, praktis, murah, dan pertimbangan lainnya.
Handoko mengapresiasi BPPT karena banyak menghasilkan riset kebencanaan. Selain soal tsunami juga ada riset sistem peringatan dini banjir (flood early warning system), sistem peringatan dini bencana longsor (landslide early warning system), sistem kajian kerentanan struktur bertingkat, serta sistem kecerdasan artifisial untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
