
Photo
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melepas ekspor produk pertanian senilai Rp 7,29 triliun ke 61 negara. Bahkan, saat ini Indonesia juga mulai ekspor beras ke Arab Saudi. Namun, Jokowi mengingatkan agar ekspor beras dilakukan dengan mengkalkulasi dan mempertimbangkan beras dalam negeri terlebih dahulu.
“Kalau memang dihitung betul beras kita berlebih dan mampu kita ekspor, ya ekspor saja," ujarnya secara virtual, Sabtu (14/8).
Jokowi meminta kebutuhan beras dalam negeri harus diutamakan terlebih dahulu, kemudian sisanya baru diperbolehkan ekspor. "Sekali lagi dikalkulasi, dihitung bahwa benar-benar stok yang ada itu benar-benar cukup untuk kebutuhan dalam negeri dulu. Artinya kebutuhan dalam negeri didahulukan, kalau ada sisa silakan diekspor," ucapnya.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada para petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agrobisnis, dan pemangku kepentingan pertanian lainnya. Sebab, selama masa pandemi Covid-19 mereka bukan hanya bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan pangan, tapi berusaha melakukan ekspor.
Bahkan, kata Jokowi, pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi. Ekspor pertanian tahun 2020 mencapai Rp 451,8 triliun, angka tersebut naik sebesar 15,79 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp 390,16 trilun.
Sementara, lanjutnya, pada semester pertama 2021 dari Januari hingga Juli 2021, ekspor mencapai Rp 282,86 triliun naik 14,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 yaitu sebesar Rp 202,05 triliun. "Peningkatan ekspor komoditas pertanian ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," tuturnya.
Disisi lain, Jokowi juga mengungkapkan, nilai tukar petani (NTP) Indonesia terus mengalami perbaikan. Pada Juni 2020 nilai tukar petani berada di angka 99,6. Lalu secara konsisten meningkat hingga Desember sebesar 103,25. Kemudian pada Juni 2021 mencapai 103,59.
"Ini menurut saya sebuah kabar baik yang bisa memicu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif di masa pandemi," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, ekspor yang akan dilepas pada kesempatan tersebut sebesar 627,4 juta ton senilai Rp 7,29 triliun. Ekspor tersebut meliputi komoditi perkebunan 564,6 juta ton, tanaman pangan 4,3 juta ton, hortikultura 7,2 juta ton, peternakan 4,0 juta ton, dan beberapa komoditi lainnya.
Syahrul menjelaskan, adapun negara tujuan utama ekspor antara lain Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan beberapa negara lain.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
