
Photo
JawaPos.com - Daya saing sektor pelabuhan dan logistik Indonesia masih perlu digenjot. Pemerintah menyatakan bahwa biaya logistik Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata biaya logistik dunia. Upaya integrasi melalui skema holding pelabuhan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan menjadi bagian dari solusi.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan bahwa porsi biaya logistik Indonesia 24 persen dari produk domestik bruto (PDB). Padahal, rata-rata biaya logistik dunia ada di angka 13 persen terhadap PDB.
"Jadi, logistik kita lebih mahal 11 persen. Hal itu mengakibatkan logistik di tanah air kurang bersaing dengan negara lain," ujar Erick dalam sebuah diskusi virtual Rabu (11/8).
Kementerian BUMN berkomitmen segera merealisasikan target terbentuknya holding BUMN pelabuhan. "Jadi ini akan kita gabungkan. Pelindo akan jadi satu kekuatan. Targetnya peti kemas Pelindo akan jadi nomor sembilan di dunia secara kapasitas," katanya.
Menurut Erick, dengan terbentuknya infrastruktur yang terintegrasi, biaya logistik di Indonesia akan bisa ditekan.
Kementerian BUMN menargetkan proses pembentukan holding tersebut bisa berjalan mulai kuartal III 2021 dan rampung pada kuartal II 2022. "Nantinya ada empat subholding berdasarkan klaster bisnis. Yakni, peti kemas, non-peti kemas, logistik dan hinterland development, serta marine, equipment, hingga port services," urai Erick.
Sejak munculnya wacana penggabungan pelabuhan pelat merah, pelaku usaha di bidang logistik mendukungnya. Mereka menganggap upaya tersebut bisa memacu kualitas pelayanan kepelabuhanan sehingga lebih murah dan efisien.
"Yang terpenting pelayanan meningkat, sehingga pengguna jasa merasakan biaya pelayanan yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Logistik dan Pergudangan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Harry Sutanto.
Menurut Harry, peningkatan kualitas layanan tidak boleh hanya terfokus pada satu pelabuhan utama. Misalnya Tanjung Priok saja. Namun, harus diterapkan di semua pelabuhan di tanah air.
BIAYA LOGISTIK TERHADAP PDB DI ASIA
Negara | Persentase
Indonesia | 24
Vietnam | 20
Thailand | 15
Tiongkok | 14
Malaysia | 13
Filipina | 13
India | 13
Taiwan | 9
Korea Selatan | 9
Singapura | 8
Jepang | 8
Sumber: Frost & Sullivan

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
