
istimewa
JawaPos.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal melanjutkan langkah restrukturisasi. Termasuk membentuk holding perusahaan-perusahaan pelat merah. Sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan pemulihan ekonomi tidak luput dari road map Kementerian BUMN.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyatakan bahwa pembentukan holding BUMN sektor pariwisata sudah memasuki tahap akhir. Dengan menggandeng Kementerian Pariwisata, holding BUMN pariwisata diharapkan bisa melambungkan lima destinasi pariwisata superprioritas Indonesia.
"Dengan holding BUMN, kita tingkatkan akselerasi tourism sebagai backbone pertumbuhan ekonomi setelah recovery nanti," ujar Tiko, sapaan Kartika Wirjoatmodjo, Rabu (27/1).
Lima destinasi superprioritas yang akan menjadi ikon pariwisata Indonesia itu adalah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang di Sulawesi Utara, dan Borobudur di Jawa Tengah.
Nanti holding BUMN pariwisata diisi perusahaan pelat merah pada ekosistem pariwisata. Meliputi bandara, maskapai, serta berbagai fasilitas pendukung seperti destinasi wisata dan perhotelan.
"Tentu saja, holding BUMN ini diharapkan bisa berkontribusi terhadap industri pariwisata di dalam negeri. Khususnya dalam rangka pemulihan dari pandemi," tambah Tiko.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan rencana pembentukan sedikitnya sembilan holding BUMN. Itu dilakukan mulai 2020 hingga empat tahun berikutnya. Pembentukan sembilan holding itu tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian BUMN 2020–2024.
"Urgensi pembentukan holding BUMN ini adalah agar peran BUMN sebagai agen pembangunan lebih optimal," ungkap Erick. Optimalisasi itu akan dicapai lewat sinergi BUMN, hilirisasi, peningkatan kandungan lokal, pembangunan ekonomi daerah, dan kemandirian keuangan.
Erick berharap holding juga bisa meningkatkan total aset BUMN secara signifikan. Dengan demikian, BUMN bisa mewujudkan pendanaan investasi skala besar demi tercapainya kepentingan nasional.
Untuk holding BUMN pariwisata, Erick menyebut PT Jasa Survei Penas (Persero) sebagai pemimpin. Perseroan itu membawahkan tujuh BUMN besar. Di antaranya, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero), dan PT Angkasa Pura II (Persero).
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan siap mendukung rencana yang didiskusikan sejak tahun lalu tersebut. "Kami tentu mendukung dan berharap sinergi Garuda dan teman-teman seperti Angkasa Pura menjadi lebih baik dan lancar," ujarnya.
Kerangka Anggaran 9 Holding BUMN
Tahun | Nilai/Target (dalam miliar rupiah)
2020 | 28,74
2021 | 29,80
2022 | 31,58
2023 | 32,27
2024 | 33,55
Sumber: Kementerian BUMN
https://youtu.be/mYKFavIm1PI

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
