JawaPos Radar

Promosikan BLK, Disnaker Jateng Gandeng Puluhan Perusahaan

21/08/2018, 21:43 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Job Fair
Totok Purwanto, Chief of Party USAID RWAP, Esti Triany Listiawati, Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnakertrans Jateng, dan Ahmad Azis,  Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jateng, saat jumpa pers. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah akan mengadakan lomba ketrampilan dan bursa kerja di UTC Convention Hall, Semarang, Sabtu (25/8) besok. Kegiatan yang menggandeng Badan Independen United States Agency for International Development (USAID) ini bertujuan mempromosikan lembaga pelatihan kerja dan murid didiknya.

Totok Purwanto, Pimpinan Ready-to-Work Accelerator Program (RWAP) dari USAID mengatakan akan ada 30 perusahaan yang hadir pada bursa kerja itu. "Sementara untuk lombanya ketrampilannya diikuti peserta didik BLK (Balai Latihan Kerja) pemerintah maupun swasta. Khusus bidang menjahit atau garment, lalu administrasi perkantoran, dan teknologi," ujarnya saat menggelar konferensi pers di kantor Disnakertrans Jateng, Selasa (21/8).

Tak serta merta mengadu skill, lomba kali ini bertujuan untuk mempromosikan lembaga pelatihan kerja beserta murid didiknya. "Tujannya supaya anak muda mengenal lembaga-lembaga pelatihan kerja, tak semua kan berkesempatan untuk sekolah bahkan kuliah. Sedangkan lembaga adalah lembaga adalah solusi pelatihan murah dan gratis. Maka angka pengangguran bisa lebih ditekan," sambungnya.

Ia mengatakan perlunya hal ini melihat adanya peristiwa bonus demografi dimana saat ini jumlah angkatan siap kerja sedang membludak. Padahal, menurutnya 60 persen angkatan kerja yang ada kini adalah lulusan SMP. Sehingga, ia menyebut jika tak ada langkah dari pihak manapun untuk mengelola hal ini, tingginya angka angkatan siap kerja itu malah jadi musibah.

Untuk itulah, pihaknya menjalin kerjasama dengan Disnakertrans Jateng. Agar nantinya angkatan kerja tadi bisa disaring sebanyak-banyaknya.

"Sehingga tak ada lagi persaingan antara tenaga kerja asing dan lokal. Selain itu, kita ingin menunjukkan kepada khalayak, ini lho hasil dari pelatihan lembaga-lembaga pelatihan. Walaupun belum semua bidang bisa kita cover," terangnya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Jateng Ahmad Azis mengapresiasi langkah dari USAID ini. Ia berujar bahwa selama ini pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk menjembatani calon tenaga kerja dengan penyedia lapangan kerja. 

"Dan kerjasama ini diharapkan mampu menutup kekurangan, atau apa-apa saja yang belum pemerintah sempat lakukan. Semoga ada terobosan yang bisa kita adopsi di sini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Azis juga sempat menuturkan bahwa masalah yang dialami calon tenaga kerja saat ini adalah mismatch dengan pihak penyedia lapangan kerja. Ketidakcocokan ini, menurutnya, terjadi pada bagian kompetensi dan upah. "Apapun akan kita lakukan agar keinginan perusahaan bisa klik dengan calon tenaga kerja," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up