
Tren belanja online terus menunjukan peningkatan. Di Indonesia naik hampir 10%, dari 119 juta penduduk yang merupakan konsumen digital di tahun 2019 menjadi 137 juta penduduk konsumen digital di tahun 2020.
JawaPos.com - Pemulihan ekonomi menjadi prioritas pemerintah. Maka, segala upaya untuk mewujudkan hal tersebut terus digencarkan. Termasuk meningkatkan daya beli masyarakat. Salah satu upayanya adalah meningkatkan perlindungan terhadap konsumen yang menjadi subjek penentu kegiatan ekonomi.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggrijono menyatakan bahwa konsumen harus memahami hak dan kewajibannya. Dengan demikian, konsumen akan mampu membuat keputusan yang tepat dalam bertransaksi. Itu juga bisa sekaligus mengurangi potensi sengketa atau kerugian ketika berbelanja.
"Apalagi, konsumsi produk dan jasa rumah tangga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB)," ujar Veri Selasa (3/11). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, porsi komponen konsumsi rumah tangga pada Agustus lalu mencapai 57,85 persen dari PDB.
Veri juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat yang semakin intens berbelanja daring. Terutama pada masa pandemi Covid-19. Maraknya perdagangan melalui sistem elektronik dapat dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk merugikan konsumen. Untuk itu, Veri menekankan semakin pentingnya konsumen menyadari hak dan kewajiban mereka.
Salah satu upaya pemerintah memperkuat dukungan kepada konsumen untuk membela hak mereka adalah melalui saluran pengaduan atau penyelesaian sengketa. Biasanya, saluran itu dibentuk dan dikelola setiap instansi pemerintah. Misalnya, Kemendag.
"Oleh karena itu, selain upaya perlindungan konsumen, pemerintah perlu meningkatkan keberdayaan konsumen. Peningkatan pemahaman konsumen terhadap hak menjadi kunci penting terciptanya transaksi perdagangan melalui sistem elektronik yang aman," papar Veri.
Pada 2020, pengaduan perdagangan melalui sistem elektronik tercatat sebanyak 299 pengaduan. Pokok masalah yang diadukan adalah kerugian dalam bertransaksi di niaga elektronik. Pokok masalah mayoritasnya adalah phishing dan penyalahgunaan akun melalui one-time password (OTP).
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E. Halim menyampaikan bahwa indeks keberdayaan konsumen yang termasuk dalam kategori mampu tersebut menunjukkan masih ada banyak pekerjaan besar untuk meningkatkan keberdayaan konsumen Indonesia.
"Pada kategori tersebut, pemahaman konsumen terhadap regulasi masih rendah. Selain itu, dalam perilaku komplain, konsumen Indonesia cenderung menerima," kata Rizal.
Hal itulah yang harus diubah dengan menjadi konsumen yang kritis. BPKN akan terus mengedukasi dan menyosialisasi dengan menyentuh lapisan akar rumput, termasuk kelompok milenial.
PERKEMBANGAN INDEKS KEPERCAYAAN KONSUMEN
Periode | Indeks
Januari | 117,7
Maret | 113,8
Mei | 77,8
Juli | 86,2
September | 83,4
Sumber: BI
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022