
EKSEKUTIF-LEGISLATIF: Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kanan) menyerahkan pandangan pemerintah kepada Ketua DPR Puan Maharani kemarin. (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com – Pandemi Covid-19 membuat ekonomi nasional diliputi ketidakpastian. Meski demikian, pemerintah tetap mematok target pertumbuhan yang tinggi. Dalam APBN 2021, pertumbuhan ekonomi bisa berada di level 5 persen.
Target pertumbuhan ekonomi itu telah disetujui DPR dan pemerintah yang diwakili Kementerian Keuangan. ’’Kita proyeksikan di kisaran 5 persen dan tentu ini suatu pemulihan yang harus diupayakan dan jaga melalui berbagai kebijakan, termasuk APBN,’’ ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui virtual conference di Jakarta kemarin.
Ani –sapaannya– mengakui bahwa dinamika ekonomi 2021 masih diwarnai ketidakpastian. Namun, ada beberapa faktor yang diyakininya menjadi sentimen positif agar ekonomi bisa tumbuh di level 5 persen.
Pertama, penanganan Covid-19 yang berjalan baik tahun ini maupun tahun depan. Hal itu tentu harus didukung dengan kedisiplinan protokol kesehatan yang amat penting dalam penanganan pandemi.
Baca juga: Defisit APBN 2021 Dipatok Lebih Rendah, Hanya Rp 1.006,4 Triliun
Kedua, ketersediaan vaksin. Ani menyebutkan, ketersediaan vaksin Covid-19 membuat ketidakpastian yang kini masih tinggi bisa berkurang. Hal itu tentu memengaruhi swing dari pemulihan ekonomi. ’’Kalau bisa dapat vaksin dan vaksinasi cukup luas, kita mampu akselerasi pemulihan ekonomi juga,’’ imbuh mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.
Namun, Ani menekankan bahwa risiko ketidakpastian ekonomi tetap harus dimitigasi dengan baik. Dengan begitu, dampak negatif yang ditimbulkan pandemi bisa diminimalkan.
Ketiga, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesinambungan demand and supply. Dari sisi demand, bantuan sosial akan tetap disalurkan. Terutama untuk masyarakat ekonomi bawah yang jumlahnya mencapai 40 persen.
Sementara itu, dari sisi supply, pemerintah akan tetap memberikan berbagai dukungan insentif pajak, bantuan kredit, dan penjaminan mulai UMKM hingga korporasi.
’’Dengan demikian, bantuan kredit dan penempatan dana diharapkan akselerasi dan jadi stimulus katalis bagi permintaan terhadap kredit modal kerja dan investasi. Ini hal yang diharapkan terjadi dan terakselerasi melalui intervensi pemerintah,’’ tutur Ani.
Baca juga: Belanja APBN/APBD Diharapkan Dorong Pemulihan Jas
Terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memandang, target pertumbuhan yang dipatok tahun depan terlampau tinggi. ’’Jauh dari realistis. Karena ada hal, yakni inkonsistensi pada apa yang terjadi saat ini dengan apa yang diinginkan ke depan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.
Tauhid mengingatkan pada statement pemerintah yang sebelumnya mengakui bahwa Indonesia masuk fase resesi. Namun, penetapan target pertumbuhan ekonomi 2021 yang mencapai 5 persen dilakukan sebelum pemerintah mengakui kondisi resesi itu.
Semestinya pemerintah merevisi target. ’’Karena kan perkiraan (2021) itu sudah jauh dari apa yang terjadi di 2020 dalam outlook-nya. Kalau di 2020 saja rendah, harusnya (target) 2021 dikoreksi,’’ imbuhnya.
Dia menjelaskan, Indonesia saat ini masih menghadapi peningkatan kasus positif Covid-19 yang tinggi. Indonesia tak sendirian. Ada Filipina yang mengalami hal serupa.
Tauhid menambahkan, jika hanya mengandalkan vaksin, pemulihan ekonomi akan berjalan lebih lama. Sebab, meski belum ada vaksin pun, negara-negara lain mampu menekan pandemi lebih baik daripada Indonesia.
Dia menilai, target ideal pertumbuhan ekonomi pada 2021 berkisar 3,5 persen. Pemerintah diimbau lebih realistis mematok target pertumbuhan. Sebab, hal itu berpengaruh terhadap banyak pihak yang membuat perencanaan bisnisnya tahun depan.
’’Itu dengan melihat kapasitas maksimum kita (untuk naik) dari kondisi negatif (saat ini) ke arah positif. Di 2020 saja akan negatif. Kalau misal total pertumbuhan (2020) ada di -1 atau nol koma sekian, itu akan berpengaruh pada pencapaian 2021. Jadi, agak berat kalau tumbuh 5 persen,’’ tuturnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=uHqs8NHkX04

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
