
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan melambat di level 5,0 persen. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi pada April lalu yang memproyeksikan laju produk domestik bruto (PDB) Indonesia berada di level 4,7 persen.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi RI pada 2026 terjadi karena kinerja triwulan I kuat dari perkiraan dan bahwa terjadi konsentrasi pengeluaran publik di awal tahun, alih-alih lingkungan eksternal atau penilaian risiko yang membaik.
Namun, dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) Juni 2026 bertajuk Managing Risks, Unlocking Productivity, Bank Dunia menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan naik 0,2 persen dari proyeksi 2026 menjadi 5,2 persen pada tahun 2027-2028.
“Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor, kemudian naik menjadi 5,2 persen pada tahun 2027–2028,” tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut dikutip Sabtu (13/6).
Dalam laporan tersebut, konsumsi swasta diperkirakan akan terus bertumbuh sekitar 5,0 persen, didukung oleh stimulus fiskal. Di sisi lain, konsumsi pemerintah bahkan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi 8,7 persen.
“Akan tetapi, ketergantungan terhadap konsumsi publik sebagai penyangga pertumbuhan jangka pendek juga disertai risiko, mengingat ruang fiskal yang terbatas dan beban subsidi yang meningkat di tengah peraturan fiskal yang berlaku,” tulisnya.
Skenario baseline ini mengasumsikan bahwa konflik di Timur Tengah masih akan terkendali, tetapi tetap berlanjut sepanjang tahun 2026.
Gangguan terhadap pasar minyak dan disrupsi logistik membuat harga minyak mentah Brent tetap tinggi di kisaran USD 94 per barel atau USD24 di atas asumsi yang digunakan dalam APBN 2026.
Sementara itu, dari sisi eksternal kondisi moneter global diperkirakan akan relatif ketat, dengan imbal hasil obligasi yang tinggi dan premi risiko yang sensitif terhadap guncangan baru.
“Permintaan eksternal diproyeksikan akan melambat di tahun 2026, sebelum secara perlahan pulih di tahun 2027–2028,” tulisnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022