Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2020 | 23.00 WIB

Kemendag Waspadai Penurunan Impor Bahan Baku dan Barang Modal

Ilustrasi pekerja di industri Tekstile dan Produk Tekstile (JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pekerja di industri Tekstile dan Produk Tekstile (JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewaspadai prediksi International Monetary Fund (IMF) yang menyebut perekonomian dunia tahun ini akan tergelincir hingga negatif 3 persen imbas pandemi Covid-9. Bahkan perdagangan dunia diprediksi terkontraksi 11 persen.

Sementara, Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) juga memperkirakan perdagangan dunia akan terkoreksi cukup dalam, antara negatif 13 hingga negatif 32 persen. Pelaksana Tugas (Plt), Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Srie Agustina menyebut, meskipun perdagangan Indonesia masih dapat menunjukkan pertumbuhan yang positif, namun proyeksi global itu perlu diwaspadai.

"Kita waspadai (penurunan impor) karena itu menunjukkan kegiatan industri dalam negeri tidak terlalu bergerak dan kemungkinan terganggu," ujarnya dalam virtual conference, Senin (8/6).

Ia memaparkan, perdagangan Indonesia masih tumbuh positif terlihat dari neraca dagang periode Januari hingga April 2020 yang mencatatkan surplus sebesar USD 2,2 juta. Surplus tersebut dikontribusi oleh peningkatan ekspor produk Indonesia sebesar 0,44 persen (yoy) menjadi USD 53,95 miliar. Sedangkan impor mengalami penurunan 7,78 persen (yoy) menjadi USD 51,71 miliar.

Jika digolongkan dalam penggunaan barang, maka impor pada periode tersebut terdiri dari impor bahan baku sebesar 75,5 persen, impor barang modal sebesar 15,1 persen, dan serta impor barang konsumsi sebesar 9,4 persen.

Nilai impor bahan baku mencapai USD 39,05 miliar atau turun 7,3 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara impor barang modal turun 14,1 persen. Sedangkan, impor barang konsumsi tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan periode sama 2019.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya tengah mewaspadai penurunan sejumlah impor bahan baku dan barang modal. Sebab, hal ini menunjukkan terganggunya produksi di sektor tertentu. "Itu merupakan indikator terganggunya produksi sejumlah industri akibat pandemi Covid-19," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore