
Ratusan ekor bangau putih di areal persawahan di Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, kemarin (6/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
JawaPos.com - Alih fungsi lahan sawah menjadi tol ataupun permukiman terus terjadi di Pulau Jawa. Banyuwangi menjadi wilayah dengan penurunan lahan sawah terbesar sepanjang 2015 hingga 2018. Direktur Indonesia Development and Islamic Studies Yusuf Wibisono mengatakan, pembangunan tol trans-Jawa secara tidak langsung mendorong alih fungsi ribuan hektare lahan pertanian.
"Umumnya lahan pertanian itu beralih fungsi menjadi tempat peristirahatan atau SPBU. Jalan tol ini menarik minat investor," ujarnya kemarin (19/4). Pihaknya mencatat sepuluh kabupaten di Jawa kehilangan area sawah terbanyak dalam kurun waktu tersebut. Berdasar data yang dikumpulkan dari BPS, Banyuwangi telah kehilangan 21.730 hektare lahan pertanian. Disusul Kabupaten Bandung 9.374 hektare dan Kabupaten Serang 7.713 hektare.
Pada periode 2015 hingga 2018, pemerintah telah meresmikan 756 km jalan baru. Terdiri atas 668,6 km tol trans-Jawa dan 87,5 km tol trans-Sumatera. Pembangunan tol trans-Jawa sebetulnya telah digagas pada era Presiden Soeharto. "Namun, realisasinya tidak begitu signifikan. Pada era Presiden Jokowi baru terjadi akselerasi," imbuhnya. Sepanjang 2015 hingga 2018 tercatat dibangun 680,4 km jalan tol di Jawa yang diperkirakan mengambil alih 4.457 hektare lahan pertanian.
Sedangkan 44.192 ha lahan pertanian dialihfungsikan di sekeliling gerbang tol dipicu ekspansi perkotaan. Sedangkan pada 2019 hingga 2021, adanya operasi jalan tol diperkirakan akan memicu konversi lahan pertanian hingga 70 ribu hektare. Setara dengan luas seluruh sawah di Kabupaten Bojonegoro. "Perilaku investor dan pengembang proyek properti yang mencari keuntungan dari kenaikan harga tanah membuat konversi lahan pertanian terjadi secara masif," terang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu. Konsekuensinya, pembangunan kawasan berjalan tidak terkendali.
Lahan pertanian produktif mengalami konversi masal untuk aktivitas non pertanian, terutama permukiman dan industri. Meski demikian, di sejumlah wilayah juga terdapat penambahan luas lahan sawah melalui program lahan pertanian dan pangan berkelanjutan (LP2B). Ada tiga wilayah di Jawa yang mengalami penambahan luas area lahan sawah terbesar. Yakni, Kabupaten Sumenep seluas 10.375 hektare, Kabupaten Indramayu 9.293 hektare, dan Kabupaten Pati 9.084 hektare.
Pada 2018 luas lahan pertanian di Jawa diperkirakan tersisa 4,5 juta hektare atau sekitar 32 persen dari luas Jawa. "Ketahanan pangan nasional yang hingga kini mengandalkan Jawa menjadi pertaruhan besar," tutur Yusuf. Rangkaian pegunungan vulkanis yang melintasi pulau membuat Jawa secara alamiah menjadi sentra pangan Nusantara sejak dulu lantaran struktur tanahnya sangat subur.
Kebijakan pembangunan tersebut harus dibayar mahal dengan turunnya produksi pangan dan produktivitas lahan. Akibatnya, impor pangan menjadi andalan jalan keluar bagi pemerintah. Pada 2018 Indonesia mengimpor 10,1 juta ton gandum; 2,59 juta ton kedelai; 2,25 juta ton beras; dan 0,74 juta ton jagung. Pihaknya mengusulkan pemerintah bisa mengalihkan pembangunan tol trans-Jawa dengan mengoptimalkan moda angkutan kereta. Cara itu dinilai lebih efisien daripada membangun tol yang dikhawatirkan akan mengambil lahan pertanian cukup besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022