
Photo
JawaPos.com – Tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia masih jalan di tempat. Terbukti, RI masih menduduki posisi ke-73 dari 190 negara dalam daftar Ease of Doing Business (EoDB) 2020 yang dirilis Bank Dunia. Peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia tidak berubah dari posisi tahun lalu. Peringkat itu juga tidak mencapai target yang sebelumnya dicanangkan Presiden Jokowi di ranking ke-40.
Dalam laporan tersebut, Indonesia masih tertinggal dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Ukraina, Armenia, dan Uzbekistan. Meski berada di peringkat yang sama, Indonesia sebenarnya mencatatkan kenaikan skor dari 67,96 pada tahun lalu menjadi 69,6 poin. Pada laporan itu, Bank Dunia menyoroti sejumlah faktor yang mendukung kemudahan bisnis di Indonesia. Mulai proses memulai bisnis, urusan perpajakan, hingga perdagangan lintas batas.
"Indonesia telah membuat pembayaran pajak lebih mudah karena menerapkan sistem pengisian secara online dan pengenalan sistem baru untuk wajib pajak. Reformasi pajak ini berlaku untuk Jakarta dan Surabaya," ujar Senior Manager of the World Bank’s Global Indicators Group Rita Ramalho.
Selain itu, Bank Dunia melihat perdagangan lintas batas (ekspor dan impor) Indonesia lebih mudah. Tandanya, terjadi peningkatan pemrosesan dokumen ekspor secara online yang berlaku, baik di Jakarta maupun Surabaya.
Menanggapi itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui bahwa perbaikan oleh pemerintah saat ini belum cukup. Menurut dia, salah satu penyebab stagnannya peringkat EoDB Indonesia adalah implementasi Online Single Submission (OSS) yang belum optimal, terutama di daerah.
Pemerintah pusat perlu mendorong pemda untuk ikut menerapkan sistem satu pintu tersebut dan membuatnya terkoneksi antara pemerintah pusat dan daerah. "Sebetulnya dari segi industri dan lainnya sudah dipermudah dengan OSS. Ini dua wilayah yang belum jalan OSS. Kalau OSS bisa kita push, bisa ada improvement. Pemerintah daerah akan kita push untuk ikut OSS," katanya Jumat (25/10).
Namun, kemudahan sistem perpajakan, akses terhadap listrik, hingga perdagangan luar negeri mengalami perbaikan dan perlu diapresiasi. "Ada beberapa hal yang naik. Itu saya apresiasi lah. Perpajakan dan listrik juga tetap. Peningkatan di segi nilai memang belum cukup mengangkat kita," pungkasnya.
PERINGKAT EODB INDONESIA
Tahun | Ranking
2013 | 116
2014 | 120
2015 | 114
2016 | 108
2017 | 91
2018 | 72
2019 | 73
2020 | 73
Sumber: World Bank
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022