
Ilustrasi aktivitas ekspor impor. Kinerja impor Indonesia periode Oktober 2025 tercatat menurun. (Istimewa)
JawaPos.com — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang 2025 kembali mencatatkan hasil positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia tetap berada di zona surplus dan bahkan bertahan selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa pada Desember 2025 neraca perdagangan barang Indonesia mencatat surplus sebesar USD 2,51 miliar.
“Surplus pada Desember 2025 ini terutama ditopang oleh kinerja neraca perdagangan non-migas yang mencatat surplus sebesar USD 4,60 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas utama menjadi penopang surplus tersebut. Di antaranya adalah lemak dan minyak hewan atau nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72).
Namun demikian, pada periode yang sama neraca perdagangan migas masih mencatatkan tekanan. Defisit migas pada Desember 2025 tercatat USD 2,09 miliar, dengan penyumbang defisit terbesar berasal dari minyak mentah dan hasil minyak.
"Secara kumulatif, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan hasil yang lebih kuat. Neraca perdagangan barang Indonesia tercatat surplus USD 41,05 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," jelas Ateng.
Sementara itu, surplus Januari sampai Desember 2025 ini terutama ditopang oleh surplus komoditas non-migas yang mencapai USD 60,75 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 19,70 miliar.
Berdasarkan mitra dagang, Ateng merinci terdapat tiga negara yang menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia sepanjang 2025. Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan surplus USD 18,11 miliar, disusul India sebesar USD 13,49 miliar, dan Filipina sebesar USD 8,42 miliar.
"Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam yang pertama Tiongkok sebesar USD 20,50 miliar, diikuti Australia sebesar USD 5,65 miliar, serta Singapura dengan defisit USD 5,47 miliar," tukasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022