Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juli 2022 | 03.11 WIB

Pacu Pariwisata Lewat Pelatihan Digital, 4 Destinasi Unggulan Disasar

Ilustrasi wisata Gunung Bromo - Image

Ilustrasi wisata Gunung Bromo

JawaPos.com - Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan Pendampingan Adopsi Teknologi Digital Sektor Pariwisata. Pada kegiatan kali ini, ada 4 Kawasan Destinasi Prioritas Pariwisata Indonesia yang disasar, yaitu di Kawasan Belitung – Bangka-Belitung, Borobudur – Jawa Tengah, Bromo – Jawa Timur, dan Labuan Bajo – Nusa Tenggara Timur.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkominfo berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memilih dan menentukan desa yang akan diberikan pelatihan adopsi teknologi digital.

"Pelatihan yang diberikan adalah berupa pembuatan konten wisata yang dilakukan secara intensif selama 16 hari yang dibagi dalam 4 workshop dengan durasi 4 hari setiap minggu," kata Ketua Tim Transformasi Digital, Pendidikan dan Pariwisata Direktorat Ekonomi Digital Kemenkominfo, Dikki Rukmana, Selasa (19/7).

Materi yang akan diajarkan dalam keempat workshop mencakup, desa wisata dan adopsi teknologi digital, penggunaan media sosial dan konten kreator, fotografi dan videografi, penggunaan drone, promosi desa wisata, analisis Instagram, storytelling dan copy writing serta wisata virtual.

Kawasan Belitung menjadi pembuka rangkaian acara pendampingan yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Juli hingga 12 Agustus 2022. Dikki menilai, Desa wisata merupakan obyek yang harus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara langsung.

"Pendampingan Teknologi Digital Sektor Pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya bagi pengelola desa wisata dalam menghadapi era digital terlebih dalam membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," imbuhnya.

Melihat kecenderungan perilaku wisatawan sekarang khususnya kelompok milenial, mereka biasa melakukan observasi dan penggalian informasi pendahuluan terkait objek wisata yang akan dikunjungi atau yang cocok untuk mereka kunjungi dengan melihat konten-konten wisata melalui internet. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan pendampingan adopsi teknologi digital pada desa wisata yang termasuk di dalamnya teknis pembuatan konten virtual desa di berbagai kawasan.

"Pengembangan konten virtual desa wisata perlu menjadi prioritas inisiatif karena mampu menciptakan efek pemerataan ekonomi sesuai dengan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2030," jelas Dikki.

Dikki menilai, desa merupakan destinasi yang menarik mengingat potensi ekonomi dan sosial yang mencakup banyak aspek. Seperti kuliner, alam, sosial-budaya dan sejarah sehingga perlu dipromosikan. Konten wisata yang dikembangkan nantinya menjadi program promosi dalam bentuk travel journalism yang akan diunggah melalui internet berbentuk foto dan video.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore