Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juli 2018 | 01.25 WIB

Digeledah Karena Kasus PLTU Riau-1, Ini Pernyataan Direktur Utama PLN

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir - Image

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir

JawaPos.com - Rumah Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir baru saja digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (15/7). Penggeledahan ini berkaitan dengan kasus suap PLTU Mulut Tambang Riau-1 yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni M. Saragih.


Lantas, sejauh mana peran mantan Dirut BRI tersebut? Sofyan Basyir menuturkan PLTU Riau-1 yang memiliki kapsitas 2x300 MW itu merupakan bagian dari proyek 35.000 MW. Proyek bernilai USD 900 juta atau setara Rp 12,6 triliun (kurs Rp 14.000) itu diperoleh Samantaka yang merupakan anak perusahaan Blackgold Natural Resource Ltd dan konsorsium lewat penunjukkan langsung.


“Yang nego kan si konsorsium nego sama kami. Nah, Insya Allah untuk proses dan progres kita akan laksanakan seprofesional mungkin,” kata Sofyan di kantornya, Jakarta, Senin (16/7).


Selanjutnya, kata dia, mengenai kasus yang terjadi antara Blackgold dengan Eni Saragih bukan menjadi lingkup PLN. Dia beralasan masalah konsorsium sudah berada di luar lini PLN maupun PJB.


“Kalau ada masalah di konsorsium kita gak bisa dalami. Karena kami urusannya sama anak usaha kami. Konsorsium dan pihak asing (legislatif) itu satu bagian sendiri. Itu,” kata dia.


Seperti dilansir Straits Times, Sabtu (14/07), penelitian yang dilakukan oleh ahli geofisika memperlihatkan bahwa anak perusaan BlackGold Natural Resources, PT Samantaka Batubara memilki 55 juta ton cadangan batubara dan 92 juta ton dari konsesi lain.


BlackGold Natural Resources memanfaatkan cadangan sebesar 3,5 juta ton batubara per tahun untuk proyek Pembangkit Listrik Ranjau Mulut Riau-1. Cadangan tersebut memberi harapan dilanjutkannya rencana pemasokan batubara ke proyek Riau-1.


Blackgold merupakan perusahaan pertambangan batubara yang fokus pada Indonesia yang menargetkan Indonesia dengan pesat. Saat ini, Blackgold melalui anak perusahaannya, PT Samantaka Batubara, memiliki konsesi batu bara untuk area seluas 15.000 hektar, dan memiliki lebih dari 500 juta ton sumber daya batu bara.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore