
pertumbuhan ekonomi
JawaPos.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meminta pemerintah Jokowi-JK mewaspadai adanya siklus krisis 10 tahunan yang sempat melanda Indonesia. Untuk itu, Indef meminta pemerintah berhati-hati agar krisis 10 tahunan ini tak terjadi.
Salah satunya, pemerintah harus memerhatikan fenomena anomali saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh angka 6.300 poin, sementara daya beli masyarakat lesu. Lalu, pertumbuhan aset di pasar finansial terus naik, tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil Indonesia saat ini.
"Sepanjang 2017, dana asing yang keluar mencapai Rp 40 triliun. Rupiah juga mengalami gejolak diterpa sentimen global. Cadangan devisa naik turun diangka USD 120 sampai USD 130 miliar untuk stabilisasi nilai Rupiah yang terus terdepresiasi," kata Bhima saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (13/1).
Selain itu, lanjutnya, pemerintah pun harus memerhatikan utang negara yang terus meningkat selama 3 tahun terakhir. Menurut Bhima, kenaikan utang ini tidak diimbangi dengan realisasi penerimaan pajak.
Pada 2017, penerimaan pajak Indonesia hanya tumbuh 4,3 persen dan terjadi kekurangan penerimaan Rp 130 triliun dari target yang ada.
"Sementara di tahun 2018 dan 2019, utang jatuh tempo yang harus dibayar pemerintah Rp 810 triliun. Bila sampai gagal membayar Rp 810 triliun ini, akan jadi krisis sistemik," tambahnya.
Sementara itu, 40,9 persen Surat Utang Negara (SUN) dipegang oleh perusahaan asing. Hal Ini bisa menciptakan sudden capital outflow atau keluarnya dana asing secara tiba-tiba.
"Indonesia paling rentan terhadap keluarnya dana asing. Ada banyak tantangan eksternal yang harus dihadapi pemerintah di 2018 ini, seperti gejolak geopolitik, naiknya harga minyak hingga kebijakan Amerika Serikat pada reformasi pajak, hingga kenaikan suku bunga The Fed hingga 4 kali tahun ini," tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
