Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2017 | 13.26 WIB

Galakkan GNTT, Ini 4 Keuntungan Pembayaran Nontunai

Diskusi Publik - Image

Diskusi Publik

JawaPos.com - Industri perbankan di tanah air, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) didorong untuk terus melakukan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada masyarakat luas.


Menurut Arief Budi Santoso, Kepala BI Perwakilan Sumut ada empat keuntungan yang akan didapatkan masyarakat dalam menggunakan pembayaran nontunai. Yang pertama adalah dari segi efesiensi. Artinya, efesiensi yang dimaksud yakni pencetakan uang menjadi terbatas, kedua dari sisi keamanan.


"Ketiga, transparansi transaksi dan terakhir yakni akses masyarakat dalam pembayaran lebih luas. Inilah tujuan digerakannya pembayaran nontunai," jelasnya sewaktu Diskusi Publik "Peran Perbankan dalam Mendorong Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Medan, Rabu (13/12).


Dirinya mengungkapkan bahwa, kegiatan nontunai bukanlah hal baru di Indonesia. Kegiatan nontunai sudah ada sejak tahun 1995. Dulu lanjutnya, kegiatan nontunai berbentuk kartu kredit. "Gerakan nontunai tidak hanya pada kartu saja, tahun 1960-an, lembaran cek juga termasuk pembayaran nontunai," paparnya.


Arief menambahkan, pada sistem pembayaran di perbankan, ada tiga katagori penyebutan, diantaranya Paper Base; Card Base; Electronic Money (berbasis hard dan server). "Transaksi dari tahun ke tahun pada perbankan tercatat Base Card lebih tinggi dibandingkan lainnya. Namun seiring dengan perkembangan global saat ini, elektronik money dengan pembayaran mobile phone mengalami pertumbuhan yang signifikan karena lebih praktis," ujarnya.


Sama halnya dengan Bank Indonesia, Bank Mandiri juga sangat mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Menurut Bramono Sitepu perwakilan Bank Mandiri Region I Sumut, Gerakan Naisonal Non Tunai selaras dengan produk-produk yang telah dimiliki Bank Mandiri.


Adapun produk nontunai yang ada di Bank Mandiri saat ini, di antaranya mobile banking maupun mandiri e-cash. Bank Mandiri pun telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan berbasis digital untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi nontunai. Perusahaan berbasis digital yang dimaksud yakni, Line, Tokopedia, GoJek dan lainnya. "Bagi pengguna Line yang ingin membeli stikernya bisa melalui Line Pay. Dalam pembayarannya bisa menggunakan Mandiri e-cash," kata dia.


Dukungan Bank Mandiri terhadap kampanye pembayaran nontunai bukan hanya sebatas itu. Dari sisi penyaluran e-money (uang elektronik) dalam projek pembayaran tol di wilayah Medan, Bank Mandiri mencatat sebanyak 46.012 kartu e-money.


"Bank Mandiri mendistribusikan sebanyak 46.012 kartu e-money pada gerbang tol di wilayah Medan. Sementara penjualan di Kantor Cabang Medan, meliputi tiga area (Medan dan Siantar) tercatat 41 ribu lebih kartu e-money," ujarnya.


Sementara itu, Kepala LKBN Antara Sumut, Simon Pramono mengakui bahwa gerakan pembayaran non tunai sangat bermanfaat sekali. Dengan pembayaran nontunai, pengendara tidak lagi harus mengantre panjang ketika memasuki jalan tol. "Karena dengan kartu e-toll ternyata lebih efektif. Gerakan ini diharapkan harus disosialisasikan ke tengah masyarakat," ujarnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore