Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2020 | 00.38 WIB

Bantuan Rp 72 Triliun Telah Diberikan untuk 118 Juta Masyarakat Miskin

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin. (Screenshot) - Image

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin. (Screenshot)

JawaPos.com - Pemerintah telah memberikan bantuan jaring pengaman sosial kepada 118 juta masyarakat miskin di Indonesia. Anggaran yang telah dikeluarkan sebesar Rp 72 triliun. Hal itu disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi online FMB9, Sabtu (15/8).

"118 juta orang dari 250 juta yang sudah diberikan uang tunai langsung sebesar Rp 72 triliun. Program ini akan terus berjalan. Ini untuk mengganjal saudara-saudara kita yang berkategori berpendapatan paling rendah," jelasnya.


Untuk rinciannya, bantuan pertama adalah Program Keluarga Harapan dengan jumlah penerima 10 juta keluarga. Pagu anggaran yang disiapkan berjumlah Rp 37,4 triliun dan yang baru terserap sebesar Rp 27 triliun.

"10 juta keluarga atau 40 juta orang termiskin di Indonesia ini berkisar antara Rp 800 ribu sampai Rp 1,2 juta per bulan, dari Rp 37,4 triliun pagu, sudah tersalurkan Rp 27 triliun," ujarnya.

Kemudian, untuk Program Kartu Sembako telah diberikan kepada 20 juta keluarga miskin. Salah satu penerimanya juga masuk dalam Program Keluarga Harapan. Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut sebesar Rp 43,6 triliun.

"Apakah masuk yang pertama, iya, tak apa dapat dua kali karena mereka juga butuh bantuan, program ini dengan pagu Rp 43,6 triliun sudah disalurkan Rp 26 triliun dari pemerintah melalui Kartu Sembako atau 80 juta orang termiskin di Indonesia," katanya.

Program ketiga adalah Program Bansos Tunai dan Non Tunai yang diberikan kepada daerah di kawasan Jabodtabek dan non Jabodetabek dengan jumlah keluarga yang telah disalurkan sebanyak 10,9 juta. Untuk pagu anggarannya sebesar Rp 39,2 triliun dengan serapan Rp 19 triliun.

“Jika ada potensi terjadi overlap, ya bisa saja. Mereka ini kan orang miskin juga,” paparnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore