
Diskusi Publik
JawaPos.com - Industri perbankan di tanah air, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) didorong untuk terus melakukan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada masyarakat luas.
Menurut Arief Budi Santoso, Kepala BI Perwakilan Sumut ada empat keuntungan yang akan didapatkan masyarakat dalam menggunakan pembayaran nontunai. Yang pertama adalah dari segi efesiensi. Artinya, efesiensi yang dimaksud yakni pencetakan uang menjadi terbatas, kedua dari sisi keamanan.
"Ketiga, transparansi transaksi dan terakhir yakni akses masyarakat dalam pembayaran lebih luas. Inilah tujuan digerakannya pembayaran nontunai," jelasnya sewaktu Diskusi Publik "Peran Perbankan dalam Mendorong Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Medan, Rabu (13/12).
Dirinya mengungkapkan bahwa, kegiatan nontunai bukanlah hal baru di Indonesia. Kegiatan nontunai sudah ada sejak tahun 1995. Dulu lanjutnya, kegiatan nontunai berbentuk kartu kredit. "Gerakan nontunai tidak hanya pada kartu saja, tahun 1960-an, lembaran cek juga termasuk pembayaran nontunai," paparnya.
Arief menambahkan, pada sistem pembayaran di perbankan, ada tiga katagori penyebutan, diantaranya Paper Base; Card Base; Electronic Money (berbasis hard dan server). "Transaksi dari tahun ke tahun pada perbankan tercatat Base Card lebih tinggi dibandingkan lainnya. Namun seiring dengan perkembangan global saat ini, elektronik money dengan pembayaran mobile phone mengalami pertumbuhan yang signifikan karena lebih praktis," ujarnya.
Sama halnya dengan Bank Indonesia, Bank Mandiri juga sangat mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Menurut Bramono Sitepu perwakilan Bank Mandiri Region I Sumut, Gerakan Naisonal Non Tunai selaras dengan produk-produk yang telah dimiliki Bank Mandiri.
Adapun produk nontunai yang ada di Bank Mandiri saat ini, di antaranya mobile banking maupun mandiri e-cash. Bank Mandiri pun telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan berbasis digital untuk memudahkan nasabah melakukan berbagai transaksi nontunai. Perusahaan berbasis digital yang dimaksud yakni, Line, Tokopedia, GoJek dan lainnya. "Bagi pengguna Line yang ingin membeli stikernya bisa melalui Line Pay. Dalam pembayarannya bisa menggunakan Mandiri e-cash," kata dia.
Dukungan Bank Mandiri terhadap kampanye pembayaran nontunai bukan hanya sebatas itu. Dari sisi penyaluran e-money (uang elektronik) dalam projek pembayaran tol di wilayah Medan, Bank Mandiri mencatat sebanyak 46.012 kartu e-money.
"Bank Mandiri mendistribusikan sebanyak 46.012 kartu e-money pada gerbang tol di wilayah Medan. Sementara penjualan di Kantor Cabang Medan, meliputi tiga area (Medan dan Siantar) tercatat 41 ribu lebih kartu e-money," ujarnya.
Sementara itu, Kepala LKBN Antara Sumut, Simon Pramono mengakui bahwa gerakan pembayaran non tunai sangat bermanfaat sekali. Dengan pembayaran nontunai, pengendara tidak lagi harus mengantre panjang ketika memasuki jalan tol. "Karena dengan kartu e-toll ternyata lebih efektif. Gerakan ini diharapkan harus disosialisasikan ke tengah masyarakat," ujarnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
