
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Saifan Zaking/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku, angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat akibat pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Dunia usaha terutama koperasi dan UMKM mengalami dampak yang berat dari sisi produksi pemasaran dan biaya.
“Tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan teknologi digital dan inovasi produk, tetapi juga menghadirkan visi baru tentang perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (13/7).
Teten memaparkan, terdapat sejumlah inisiatif yang dilakukan oleh Kementerian terhadap koperasi. Diantaranya, pertama, dengan melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar yang lebih luas. Pembiayaan serta mengembangkan kapasitas usaha seluas-luasnya.
Dalam hal ini, koperasi harus masuk ke sektor-sektor ekonomi unggulan, yaitu pangan, komoditi, maritim, pariwisata, dan industri pengolahan. “Masa depan Indonesia berada pada generasi milenial, koperasi harus masuk pada sektor ekonomi kreatif di mana ada anak muda,” ucapnya.
Ia menyebut, saat ini banyak koperasi yang terlibat dalam sektor tersebut. Koperasi yang saat ini sudah aktif baik itu koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, koperasi simpan pinjam, dan lain-lain harus berada pada kesatuan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain.
Pihaknya menyampaikan, saat ini sumber dan saluran pembiayaan yang ramah untuk UMKM dan koperasi tengah dibenahi. Serta Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sudah ditetapkan 100 persen penyalurannya untuk operasi dengan prosedur yang lebih muda.
“Koperasi simpan pinjam bank wakaf mikro dan BMT bisa menjadi mitra saluran pembiayaan untuk UMKM di tengah pandemi covid 19 ini. koperasi bisa menjadi partner pemerintah untuk mensukseskan program pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Kedua, lanjutnya, saat ini pihaknya juga sedang menyusun strategi nasional UMKM dan koperasi instrumen kebijakan yang nantinya dapat mewadahi kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan, tidak terbatas untuk pendidikan pelatihan dan pendampingan.
Dalam hal ini, koperasi memanfaatkan ekosistem digital secara operasional, penyediaan infrastruktur dasar digital agar koperasi dapat diinisiasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah atau konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN.
“Digitalisasi harus dipahami sebagai bagian dari perbaikan bisnis, proses tata kelola yang lebih akuntabel dan modernisasi pelayanan,” ungkapnya.
Terakhir, Ia menambahkan, turbulensi ekonomi masa pandemi covid-19 memberikan pelajaran berharga bahwa koperasi simpan pinjam sangat dan mudah terkontraksi oleh eskalasi tersebut.
Sehingga, perlu disiapkan sistem pengawasan koperasi bagi mereka agar koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya dengan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam pemulihan ekonomi nasional demikian.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=SfCdnRdlEZ0
https://www.youtube.com/watch?v=IIUnpuxpqRM
https://www.youtube.com/watch?v=Gldcy2FOu5c
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022