
ILUSTRASI: Para pengembang properti menyatakan bakal mengevaluasi harga rumah dalam waktu dekat.
JawaPos.com - Para pengembang properti menyatakan bakal mengevaluasi harga rumah dalam waktu dekat. Hal ini menyusul naiknya tarif beberapa bahan bangunan yang dinilai sebagai dampak dari pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD Real Estate Indonesia Jawa Tengah, Dibya K Hidayat mengungkapkan, evaluasi dilakukan untuk merevisi harga rumah sebagai imbas dari naiknya bahan bangunan impor. Yang apabila kondisi rupiah melemah dalam waktu yang cukup lama, dipastikan harga rumah akan mengalami kenaikan.
"Besi dan semen impor sudah naik. Dan itu akan berdampak pada harga rumah itu sendiri, maka akan ada revisi ke depannya. Minimal naik lima persen," ujarnya saat ditemui pada acara Property Expo Semarang ke-7 di Mall Ciputra Semarang, Rabu (12/9).
Dirinya mengatakan, kontribusi besi dan semen dalam membangun sebuah rumah hampir 40 persen. Sehingga ketika melihat harga kedua bahan baku produksi yang sudah naik, maka pengembang berpotensi merasa harus menaikan harga jual rumahnya.
Kondisi ini sebenarnya membuat para pengembang agaknya bimbang. Lantaran Dibyo menilai saat ini kondisi pasar properti sedang lesu. Sehingga, apabila pihaknya tetap melakukan revisi, bakal membawa dampak yang cenderung negatif.
"Kita di dalam persimpangan jalan yang enggak enak. Pasar properti sedang lesu. Sekarang mau naikkan harga karena dolar naik pasti semakin lesu. Ditambah parah kalau bunga KPR juga naik ya tambah lesu," katanya.
Sehingga, alternatif yang bisa diambil para pengembang saat ini, menurut Dibyo adalah melalui pemangkasan profit margin. Langkah ini, lanjutnya, dianggap cocok menimbang kondisi ekonomi yang tidak menentu akibat pelemahan rupiah.
"Soalnya rumah kalau harganya sudah dinaikkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali bisa stabil," katanya.
Dia pun berharap, naiknya bahan material impor tidak diikuti pula bahan bangunan lokal seperti batu bata, genteng, dan batu. Dimana barang-barang itu harganya bisa terkerek kala tarif BBM naik dan berimbas pada biaya transportasi pengiriman material lokal tadi.
Apabila semua harga naik, maka sudah otomatis harga properti akan naik. Padahal ungkapnya, ketika harga properti sudah naik maka tidak bisa diturunkan lagi. "Rumah kalau sudah kita naikkan misal 10 persen dan tiba-tiba dolar turun lagi. Harga rumah tidak akan bisa turun," tandasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
