Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juni 2021 | 06.07 WIB

Bonus Demografi Jadi Peluang Industri Asuransi Lakukan Penetrasi Pasar

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu ketika ditanyai soal kasus Jiwasraya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (21/11). (Saifan Zaking/JawaPos.com) - Image

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu ketika ditanyai soal kasus Jiwasraya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (21/11). (Saifan Zaking/JawaPos.com)

JawaPos.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimis industri asuransi akan terus berkembang. Apalagi, Indonesia akan berhadapan dengan bonus demografi hingga satu dasawarsa kedepan. Sehingga hal itu dapat menjadi peluang pertumbuhan positif industri asuransi beberapa tahun ke depan.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, perusahaan industri asuransi perlu menyesuaikan modal penetrasi pasar baru agar bisa sejalan dengan protokol kesehatan yang ada.

“Bonus demografi yang akan terjadi hingga satu dasawarsa ke depan sudah menunggu. Kami di industri asuransi jiwa melihat potensi bisnis ini sangat besar. Penetrasi yang baru sekitar enam persen di Indonesia menjadi peluang pertumbuhan positif industri asuransi beberapa tahun ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/6).

Menurutnya, salah satu inovasi yang diharapkan bisa membantu pengembangan industri asuransi saat ini adalah penggunaan teknologi digital untuk pemasaran produk asuransi. Seiring dengan pengembangan teknologi, industri asuransi juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah dan regulator dalam hal tersebut.

Selain itu, Togar juga mengungkapkan, industri asuransi jiwa Indonesia telah memperlihatkan pertumbuhan positif diberbagai aspek dalam kinerjanya pada kuartal pertama tahun ini. Salah satunya ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan positif di laporan pendapatan usaha untuk periode triwulan I 2021 dari puluhan perusahaan yang tergabung dalam.

“Jika sebelumnya industri asuransi jiwa mencatat nilai minus hampir setengah triliun rupiah di triwulan pertama tahun 2020, maka kali ini tanda rebound mulai terlihat di triwulan pertama tahun 2021 dimana industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp 62,66 triliun,” ungkapnya.

Togar menilai, untuk menjaga konsistensi dan momentum positif dalam industrinya, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.

“Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal satu tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore