Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juni 2021 | 02.31 WIB

Erick Ungkap Beban Utama Penyebab Keuangan Garuda Indonesia Terpuruk

Menteri BUMN, Erick Tohir (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Raker Panja Jiwasraya membahas penyelesaian sengkarut PT As - Image

Menteri BUMN, Erick Tohir (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat Rapat Kerja (Raker) Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Raker Panja Jiwasraya membahas penyelesaian sengkarut PT As

JawaPos.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang berupaya menyelamatkan maskapai PT Garuda lndonesia (Persero) Tbk yang saat ini kondisi keuangannya sedang terpuruk. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, masalah terbesar Garuda yaitu terkait penyewa pesawat (lessor).

Erick menyebut saat ini perusahaan sedang memetakan ulang dari sebanyak 36 lessor. Hal itu terkait mana saja yang bersedia diajak kerja sama di dalam kasus yang terbukti koruptif.

"Tetapi pada hari ini kemahalan karena ya kondisi. Nah, itu yang kita juga harus negosiasi ulang. Beban terberat Garuda saya rasa itu," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (3/6).

Baca juga: Besar Pasak daripada Tiang, BUMN Ungkap Rumitnya Terkait Utang Garuda

Erick melanjutkan, beban kedua yaitu terkait dengan bisnis model. Erick memaparkan, berdasarkan data, sebanyak 78 persen merupakan perjalanan domestik, sementara sisanya 22 persen merupakan perjalanan luar negeri. Menurutnya, Garuda Indonesia akan difokuskan pada rute penerbangan domestik. Sementara rute internasional dapat dilakukan kerja sama.

"Banyak negara yang pasti harus melakukan ekspansi internasional karena memang negaranya sepulau atau setitik. Kita ya nggak perlu dengan kekuatan domestik kita bermain dengan market yang sama dengan mereka karena itu beda bisnis model," jelasnya.

Erick menambahkan, terkait hal ini, pihaknya telah bicara dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan memberikan dukungan jika tidak semua bandara terbuka dengan maskapai asing, apalagi saat di tengah pandemi Covid-19. Sebab, hal itu menjadi kesempatan bagi Garuda dan maskapai domestik untuk memperbaiki kinerja.

"Ini kesempatan sinkronisasi dengan kementerian lain kalau airport-nya titik yang dibuka, dari airport titik itu maka Garuda bisa menyebar ke 20 kota. Tapi titik airport itu dibuka, tapi dari titik ke dalam domestik hanya Garuda ataupun misalnya penerbangan swasta," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore