Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juni 2023 | 18.47 WIB

Harga Minyak Mentah Naik Usai Bank Sentral China Turunkan Suku Bunga

Ilustrasi pengeboran minyak mentah.

 
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 3 persen pada hari Selasa atau Rabu pagi waktu Indonesia di tengah harapan untuk meningkatkan permintaan bahan bakar. Kenaikan ini didorong oleh bank sentral China yang menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 10 bulan.
 
Pemotongan suku bunga ini bertujuan untuk menambah momentum pemulihan pasca-pandemi yang ragu-ragu di negara yang tercatat sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia dan importir minyak mentah terbesar.
 
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik USD 2,45 atau 3,4 persen menjadi USD 74,29 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 2,30 atau 3,4 persen menjadi USD 69,42 per barel.
 
Pada hari Senin, harga minyak mentah turun sekitar 4 persen karena kekhawatiran tentang ekonomi China setelah data ekonomi yang mengecewakan minggu lalu.
 
"Pasar menunjukkan rebound dari kemarin itu berlebihan dengan malapetaka dan kesuraman pada hari Senin," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.
 
Ekuitas yang sering diperdagangkan bersamaan dengan minyak juga naik pada Selasa. Kemunduran enam bulan Brent, struktur pasar di mana kontrak berjangka berjangka pendek diperdagangkan di atas yang berjangka panjang, jatuh ke level terendah sejak Maret di sekitar USD 1,10 menunjukkan kepercayaan bahwa permintaan akan melebihi pasokan sepanjang tahun.
 
"Ini menunjukkan agar pelaku pasar mulai membangun posisi buy dan mungkin mereka perlu melihat penurunan persediaan yang lebih besar," kata ahli strategi UBS Giovanni Staunovo.
 
Kenaikan pasokan global membebani pasar bersama dengan kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan, menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang berakhir pada hari Rabu.
 
Sebagian besar pelaku pasar mengharapkan Fed untuk membiarkan suku bunga tidak berubah terutama setelah data menunjukkan harga konsumen AS hampir tidak naik pada bulan Mei. Di sisi lain, bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Kamis.
 
Kenaikan suku bunga The Fed telah memperkuat dolar, membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore