
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dengan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko di kantor Kemenkop, Selasa (10/2). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk memperkuat ekonomi desa dan memberantas kemiskinan ekstrem secara permanen.
Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dengan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko di kantor Kemenkop, Selasa (10/2).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) bukan sekadar instrumen ekonomi biasa. Wadah ini dirancang untuk menjadi ujung tombak dalam memecahkan masalah kemiskinan langsung di akar rumput.
Menurut Ferry, salah satu kunci keberhasilan program ini adalah sinkronisasi data yang akurat agar bantuan atau program yang diberikan tepat sasaran.
"Dan tadi kami juga bersepakat bahwa kita perlu untuk menyempurnakan basis data yang diperlukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan," ujar Ferry.
Ia menambahkan bahwa data yang solid sangat krusial bagi operasional KDMP di lapangan.
"Bagi kami basis data itu diperlukan agar kita bisa melakukan treatment dan langkah-langkah yang tepat yang akan kami lakukan dalam kaitannya dengan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih itu," katanya.
Sementara itu, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menekankan, koperasi adalah syarat mutlak jika ingin menghapus kemiskinan secara permanen. Ia menjamin bahwa kerja sama ini akan segera membuahkan aksi nyata, bukan sekadar seremonial.
"Ini kami konkret bukan MoU omon-omon. Kita akan segera konkretkan dalam bentuk Kementerian Kooperasi membangun kelembagaan-kelembagaan usaha ekonomi rakyat (koperasi)," tegas Budiman.
Budiman optimistis Indonesia bisa mengentaskan kemiskinan lebih cepat dibanding negara lain tanpa harus membebani anggaran negara. Ia membandingkan target Indonesia dengan pencapaian China.
"Kami meyakini bahwa ini akan bisa mengataskan kemiskinan lebih cepat kalau China butuh 40 tahun insya Allah kurang dari 5 tahun harusnya di Indonesia dan tanpa membebani APBN," ungkapnya.
Lantas, dari mana sumber pendanaannya jika tidak menggunakan APBN? Budiman menjelaskan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan potensi dana umat dan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Skema ini akan diuji coba melalui berbagai proyek percontohan di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
"Kami akan rumuskan jadi tindakan-tindakan dalam pilot project di berbagai kabupaten dan kota sehingga pengatasan kemiskinan permanen tanpa membebani APBN bisa kita lakukan," imbuh Budiman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
