Total transaksi kegiatan usaha bullion di Indonesia menembus 16.870 kilogram (Kg) emas dengan nilai setara Rp 47,8 triliun.
JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pengembangan ekosistem bullion nasional menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025. Sepanjang tahun tersebut, total transaksi kegiatan usaha bullion di Indonesia menembus 16.870 kilogram (Kg) emas dengan nilai setara Rp 47,8 triliun.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi OJK bersama pemerintah dalam mendukung program hilirisasi nasional, khususnya di sektor emas dan logam mulia.
"Bapak Ibu, dalam rangka mendukung program hilirisasi, OJK bersama dengan pemerintah melakukan pengembangan ekosistem bullion yang tumbuh dengan cepat. Transaksi kegiatan usaha bullion tercatat sebesar 16.870 kilogram emas dengan nilai lebih dari Rp 48 triliun," ujar Friderica dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 di Jakarta, seperti dikutip Jumat (6/2).
Untuk diketahui, di Indonesia, PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi dua lembaga keuangan pertama yang resmi beroperasi sebagai bullion bank atau bank emas sejak Februari 2025. Keduanya telah mengantongi izin OJK untuk menjalankan layanan penyimpanan, pembiayaan, serta perdagangan emas.
Hingga akhir Oktober 2025, PT Pegadaian mencatat total emas kelolaan mencapai 129 ton, yang mencakup emas gadai dan non-gadai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28,76 ton berasal dari kegiatan usaha bullion.
Rinciannya, dari 28,76 ton emas yang dikelola melalui usaha bullion, 1,86 ton berasal dari deposito emas (Gold Deposit), 370 kilogram dari pinjaman modal kerja emas (Gold Metal Loan), 3,1 ton dari jasa titipan emas korporasi (Corporate Gold Custody), serta 7,68 ton dari perdagangan emas fisik (Physical Gold Trading).
Selain itu, produk tabungan emas mencatat saldo sebesar 15,75 ton atau senilai sekitar Rp 35,04 triliun, dengan jumlah 4,49 juta nasabah aktif dan total 4,54 juta akun hingga periode yang sama.
Sedangkan, BSI mencatat total emas kelolaan mencapai 1,14 ton atau setara Rp 2,55 triliun hingga 30 September 2025. Capaian tersebut meningkat 159,78 persen secara Year-to-Date (YTD).
Dari sisi transaksi, penjualan emas melalui aplikasi BYOND by BSI telah mencapai 1,06 ton, dengan fee based income sekitar Rp 70 miliar (YTD). Bahkan, lonjakan penjualan pernah terjadi pada Oktober 2025, di mana volume penjualan emas BSI menembus 1.451 kilogram hanya dalam satu bulan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
