
Inovasi di bidang finishing dan packaging jadi faktor penting yang menentukan daya saing pelaku usaha di pasar domestik maupun global. (Istimewa)
JawaPos.com–Industri percetakan di Indonesia bertransformasi menuju era efisiensi dan otomatisasi. Kemajuan teknologi tidak hanya mendorong kecepatan produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil cetak di berbagai sektor. Mulai dari percetakan komersial hingga industri pengemasan.
Inovasi di bidang finishing dan packaging kini menjadi faktor penting yang menentukan daya saing pelaku usaha di pasar domestik maupun global. Perkembangan ini juga berdampak signifikan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan hadirnya mesin berteknologi canggih yang semakin terjangkau, pelaku UMKM kini dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara industri besar.
Hal ini membuka peluang baru dalam diversifikasi usaha, seperti pembuatan kemasan makanan, label produk, dan berbagai kebutuhan cetak lainnya. Selain efisiensi waktu dan biaya, penerapan teknologi baru juga menekan tingkat kesalahan manusia (human error) dalam proses produksi. Otomatisasi pada mesin finishing memungkinkan hasil yang lebih presisi dan konsisten.
Tren ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam industri percetakan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat. Tak hanya dari sisi produksi, peningkatan kualitas juga menjadi perhatian utama.
Teknologi finishing modern mampu menambah nilai estetika pada hasil cetak, seperti laminasi, embossing, dan pemotongan digital presisi. Nilai tambah ini penting untuk menarik perhatian konsumen sekaligus meningkatkan citra profesional dari suatu produk cetak.
Sebagai bagian dari perkembangan tersebut, pameran berskala internasional seperti All Print Indonesia 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi dan membangun jejaring bisnis. Salah satu peserta yang kembali hadir tahun ini adalah PT Maxipro Group Indonesia, perusahaan distributor mesin finishing percetakan.
”Partisipasi kami di All Print Indonesia 2025 merupakan langkah nyata dari Maxipro dalam memperluas jangkauan bisnis ke ranah offline,” ujar Stephen Santoso, CEO PT Maxipro Group Indonesia.
Di ajang tersebut, Maxipro menampilkan berbagai lini mesin TELSON, merek unggulan yang kini resmi mereka distribusikan di Indonesia. Lebih dari 50 mesin dipamerkan. Mulai dari mesin produksi untuk skala kecil hingga produksi massal siap untuk live demo.
Kemudian, tersedia juga mesin laminasi, mesin potong kertas, glue binding, hingga mesin packaging otomatis untuk produksi massal. Langkah ini menjadi upaya perusahaan dalam mendukung efisiensi dan peningkatan kualitas produksi pelaku bisnis percetakan.
”Setelah bertahun-tahun dikenal melalui platform daring, kini kami ingin lebih dekat dengan pelanggan dan pelaku industri percetakan di seluruh Indonesia,” tambah Stephen Santoso.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
