
Transformasi ekonomi digital. (dotmagazine)
JawaPos.com - Indonesia kini berada di persimpangan penting dalam perjalanan menuju ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Data International Data Center Authority (IDCA) mencatat, Indonesia menyumbang sekitar 40 persen dari total nilai ekonomi digital ASEAN, dengan potensi Gross Merchandise Value (GMV) mencapai USD 360 miliar pada 2030.
Namun di balik angka fantastis itu, muncul pertanyaan penting: apakah infrastruktur digital nasional sudah cukup siap untuk menopang pertumbuhan tersebut Sayangnya, banyak data menyebut bahwa transformasi digital di tingkat korporasi dan pemerintahan kini menjadi keniscayaan.
Efisiensi, transparansi, dan integrasi data menjadi tiga faktor utama yang menentukan daya saing Indonesia di kancah global. Di sinilah teknologi sistem terintegrasi seperti Enterprise Resource Planning (ERP) memainkan peran kunci.
Salah satu contoh konkret datang dari Global Infotech Solution (GIS), penyedia layanan IT di Indonesia yang baru saja menyelesaikan implementasi sistem SAP (Systems, Applications, and Products in Data Processing) sebagai bagian dari strategi transformasi digital internal.
Langkah ini menggambarkan bagaimana sektor swasta mulai memperkuat pondasi digitalnya untuk menghadapi disrupsi teknologi.
“Implementasi SAP merupakan investasi strategis dalam membangun daya saing digital yang berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan kami meningkatkan efisiensi biaya dan profitabilitas, sekaligus memperkuat posisi GIS sebagai mitra teknologi terpercaya di Indonesia,” ujar Edric Kurniadi, CFO Global Infotech Solution melalui keterangannya.
Diklaim kalau implementasi SAP tidak sekadar pembaruan perangkat lunak, tetapi perubahan cara pandang terhadap manajemen bisnis berbasis data. Proses yang dijalankan secara kolaboratif dengan konsultan SAP bersertifikat ini mencakup migrasi data, transfer knowledge, hingga pengujian sistem dengan standar global, memastikan efisiensi dan akurasi proses bisnis.
“Langkah ini mempertegas komitmen GIS dalam membangun infrastruktur digital yang berkelanjutan dan adaptif. Dengan fondasi sistem yang kuat, kami siap mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan secara konsisten dan efisien,” tambah Andre Wihardjo, Deputy Managing Director dan Group CTO GIS.
Transformasi serupa dinilai perlu diterapkan lebih luas, terutama di sektor publik dan industri strategis. Tanpa sistem yang terintegrasi dan berbasis data real-time, pertumbuhan ekonomi digital berisiko timpang, cepat di hulu, tetapi rapuh di hilir.
Dalam jangka panjang, langkah semacam ini diyakini berpotensi mendukung terbentuknya ekosistem digital nasional yang efisien, transparan, dan kompetitif secara global.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
