
Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani (kedua kanan) memberikan paparan pada pembukaan BSI International Expo 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com — CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan alasan pihaknya menempatkan tenaga kerja asing atau ekspatriat di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Rosan, langkah ini dilakukan demi mendorong transformasi dan peningkatan tata kelola perusahaan ke level internasional.
“Mungkin ini memang berkaitan tentunya dengan ekspat yang kita tempatkan di dalam Garuda Indonesia. Karena ini kita mau menunjukkan bahwa kita ini serius. Di dalam Garuda, kita sudah menginvestasikan dana yang tidak kecil, kita sudah kucurkan USD 400 juta, dan kemungkinan akan nambah,” ujar Rosan saat ditemui di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa manajemen memegang peranan penting dalam keberhasilan transformasi di tubuh BUMN. Hal itu sebagaimana telah disepakati seiring dengan telah disahkannya revisi undang-undang BUMN beberapa waktu lalu.
Rosan menyebut, Danantara telah menghadirkan tenaga ekspatriat di Garuda Indonesia. Salah satunya dengan menempatkan seseorang yang telah berkarier 25 tahun di Singapore Airlines.
“Kita lihat dari Garuda, chief of transformation-nya adalah seseorang yang sudah berkarier 25 tahun di Singapore Airlines dan juga lama di Air Nigeria serta beberapa perusahaan penerbangan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut bukan sekadar menghadirkan pekerja asing, melainkan upaya strategis untuk mentransfer pengetahuan, teknologi, serta meningkatkan standar good governance di BUMN. Terlebih, dirinya pun tidak secara asal-asalan menempatkan seorang ekspatriat di BUMN, sebelum dilakukan analisa secara menyeluruh.
“Kita akan analisa dan tidak asal menaruh ekspat. Tapi benar-benar memastikan bahwa mereka bisa transfer teknologi, knowledge, dan membawa standar internasional ke BUMN kita,” jelas Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menegaskan, dengan pengalaman panjang yang dibawa para ekspatriat, diharapkan tata kelola perusahaan menjadi lebih baik dan mampu meminimalkan praktik negatif.
“Supaya ini bisa berjalan optimal, kita juga berupaya mengurangi dan mereduksi secara total nilai-nilai negatif yang kita temukan di BUMN, seperti sifat korupsi dan lainnya. Itu akan kita perhatikan,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
