
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani menyampaikan bahwa anggaran yang diterima Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan digunakan untuk mendukung pembangunan perumahan, termasuk Program 3 juta rumah yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini sebagaimana disampaikan Rosan dalam sambutannya di acara Pertemuan & Simposium Perumahan “Warisan Bangsa” di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9).
"Kemarin pemerintah untuk BTN juga ditaruh dana Rp 25 triliun oleh Kementerian Keuangan, sehingga itu adalah anggaran tambahan lagi yang bisa dipergunakan untuk pembangunan konstruksi dari perumahan dan yang lain-lainnya," ujar Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menyebut Danantara akan secara penuh mendukung inisiatif di sektor perumahan. Terlebih sektor tersebut diyakini dapat berkontribusi terhadap perekonomian dalam negeri.
"Jadi buat kami di sini kita akan full support terhadap inisiatif yang sangat positif ini. Terutama dalam ciptakan perumahan, perumahan rakyat bersubsidi dan saya yakin ini akan terus memberikan kontribusi yang sangat besar, sangat positif terhadap perkembangan Indonesia. Dan Insya Allah keberanian kita di sini juga memiliki manfaat untuk seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Rosan juga membeberkan dengan telah disuntikannya dana Pemerintah ke BTN diharapkan bisa mendorong program Prabowo bisa berjalan dengan baik dan cepat. Itu sebabnya ia mendorong penyerapannya agar bisa segera dilakukan maksimal oleh asosiasi dan pihak lainnya.
"Kembali lagi, ini juga saya sampaikan kepada Pak Ara (Menteri PKP Maruarar Sirait) dan juga kepada seluruh asosiasi, penyerapannya dengan besar tentu tidak mudah. Tapi saya yakin ini bisa berjalan dengan baik, dengan benar," jelas Rosan.
"Dan program Rp3 juta rumah yang dicadangkan oleh Bapak Presiden tentunya akan bisa berjalan dengan baik, dengan cepat, dan menghasilkan apa yang selama ini direncanakan," tutupnya.
Untuk diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan hanya 5 bank anggota himpunan bank milik negara atau himbara yang akan menerima kucuran dana pemerintah senilai Rp 200 triliun pada hari ini, Jumat (12/9). Jumlah ini berkurang dari sebelumnya, di mana diumumkan ada 6 bank himbara yang akan menerima dana yang diambil dari Bank Indonesia (BI) itu.
Purbaya menyebut, lima bank himbara yang akan menerima dana segar dari pemerintah adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk; PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk; PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk; dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) (Persero) Tbk.
"Ini sudah diputuskan dan siang ini akan disalurkan. Kita kirim ke lima bank. Mandiri, BRI, BTN, BNI, BSI," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (12/9).
Lebih lanjut, ia merinci besaran nilai yang disalurkan pemerintah ke lima himbara itu. Terdiri dari BRI yang menerima Rp 55 triliun, BTN senilai Rp 25 triliun, BNI senilai Rp 55 triliun, Bank Mandiri senilai Rp 55 triliun, dan BSI paling kecil, sebesar Rp 10 triliun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
