
Ilustrasi seseorang sedang berselancar dalam marketplace (Dok. Pixabay)
JawaPos.com - Bayangkan kamu sedang scrolling marketplace dan menemukan tas unik buatan lokal dari penjual yang berlokasi di Jawa. Harganya terjangkau, cuma Rp 50 000. Tanpa pikir panjang, kamu masukkan ke keranjang belanja. Tapi saat tiba di halaman checkout, ada hal yang bikin kening berkerut: ongkirnya mencapai Rp 150 000, alias tiga kali lipat dari harga barang yang kamu beli.
Kejadian ini bukan mitos, tapi realita yang sering dialami konsumen di luar pulau Jawa, misalnya Kalimantan, Sulawesi, atau Papua. Barangnya kecil, ringan, dan murah, tapi biaya kirim seolah tidak masuk akal. Alhasil, banyak orang memilih batal belanja karena merasa tidak sepadan membayar ongkos kirim yang lebih mahal dari produk itu sendiri.
Jika harga barang terlihat murah tapi ongkir justru selangit, itu tandanya ada faktor besar yang mempengaruhi rantai pengiriman. Jika ditelusuri lebih dalam, ada banyak elemen yang bekerja di balik layar, mulai dari moda transportasi, bahan bakar, hingga infrastruktur di daerah tujuan. Serangkaian faktor yang saling berkaitan ini justru sering kali tak kita sadari saat belanja online yang membuat ongkir kadang lebih tinggi dari harga barang itu sendiri.
Dilansir dari laman Maersk.com, berikut sejumlah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nominal ongkir sewaktu berbelanja:
1. Jarak dan Zona Distribusi
Mengirim barang dari Jawa ke Kalimantan berarti melewati zona laut atau udara, bisa melibatkan kapal laut, kapal feri, atau penerbangan dan darat. Komponen jarak ini sendiri sudah menambah biaya bahan bakar, penanganan logistik, dan waktu tempuh yang jauh lebih lama daripada pengiriman antar kota di Pulau Jawa.
2. Biaya Bahan Bakar (Fuel)
Transportasi laut, darat, atau udara sangat tergantung pada harga bahan bakar. Saat harga bahan bakar naik, semua biaya logistik ikut terdongkrak dari kapal hingga truk pengantar yang pada akhirnya dibebankan ke ongkir. Maersk bahkan menegaskan fluktuasi harga bahan bakar sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi biaya pengiriman global.
3. Handling dan Penanganan Tambahan (Accessorial Services)
Ongkir tidak hanya mencakup "naik truk" dan "antar ke pintu rumah". Ada banyak aktivitas tambahan: bongkar muat, penyimpanan sementara, handling barang di pelabuhan, lifting pallet, atau bahkan biaya pengiriman ke lokasi terpencil. Layanan tambahan ini seringkali tidak terlihat secara langsung tapi menambah total biaya yang harus ditanggung pengirim atau pembeli.
4. Biaya Minimum / Tarif Dasar Pengiriman
Banyak penyedia jasa ekspedisi menetapkan minimum charge atau ongkos dasar untuk setiap paket, terlepas dari berat atau nilai barang. Artinya, walau barang itu ringan dan murah sekali pun, kamu tetap dikenakan biaya minimal agar penyedia jasa pengiriman bisa menutup biaya operasionalnya.
5. Economies of Scale (Skala Pengiriman)
Jika hanya satu barang kecil yang dikirim sendirian dari Jawa ke Kalimantan, maka biaya per unitnya menjadi besar. Sebaliknya, jika pengiriman berisi banyak barang atau berat total yang besar, biaya per item bisa ditekan lebih efisien. Pengiriman "kecil satuan" sering kali lebih mahal karena biaya tetap (mencakup handling dan transportasi) tidak terbagi ke banyak barang.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
