Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 04.41 WIB

Tidak Hanya Sekadar Konsumsi, Masyarakat Perlu Memahami Dampak Negatif dari Produk Kopi

Rainforest Alliance Indonesia menjelaskan produk kopi kepada pengunjung Jogja Coffee Week (JCW) 2025 di Jogjakarta pada Minggu (7/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi produk kopi perlu ditingkatkan. Mindset mereka harus kritis untuk mengetahui asal produk kopi yang dikonsumsi. Pemahaman seperti itu untuk meminimalisasi dampak lingkungan dan sosial dari produk kopi. 

Tidak hanya kopi, produk lain juga demikian. Seperti kakao, teh, dan kelapa sawit. Manager Consumer Campaign and Engagement Rainforest Alliance Indonesia Margareth Meutia mengatakan, masyarakat harus mengetahui asal produk yang dikonsumsi, bagaimana produk ditanam, diolah, dan apakah kesejahteraan petani yang mengolahnya sudah terpenuhi. "Kami ingin membangun pemahaman akan pentingnya mengonsumsi kopi, teh, cokelat, dan minyak sawit yang bersertifikasi,” ujar Margareth Meutia. 

Pernyataan itu diungkapkannya dalam Accelerating Consumer Transformation and Sustainability atau ACT! Project yang berpartisipasi di Jogja Coffee Week (JCW) 2025. Adapun JCW 2025 berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 5–7 September 2025. 

ACT! Project merupakan inisiatif konsorsium yang terdiri dari Rainforest Alliance, Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), dan Cocoa Sustainability Partnership (CSP), dan didukung Uni Eropa melalui program SWITCH-Asia.

JCW yang sudah berlangsung lima kal ini diikuti oleh 100 lebih peserta pameran dari berbagai sektor makanan dan minuman di seluruh Indonesia. Diprediksi menarik hingga 20 ribu pengunjung. 

ACT! Project mengajak konsumen mengurangi dampak negatif sosial dan lingkungan yang berpotensi dihasilkan dari konsumsi produk kopi, kakao, teh, dan kelapa sawit. Inisiatif itu berfokus di wilayah Jogjakarta dan Bali, dengan menargetkan sektor pariwisata dan ritel.  

Dengan populasi terbesar keempat di dunia, konsumsi domestik Indonesia mengalami peningkatan pesat yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kelas menengah. Hal tersebut juga mempengaruhi tingginya minat masyarakat terhadap konsumsi kopi. 

Executive Director SCOPI Ade Aryani mengatakan, Jogja Coffee Week 2025 adalah panggung yang sempurna untuk merayakan semangat kolaborasi bagi seluruh pelaku kopi, khususnya di Jogjakarta. "Kami ingin menjembatani cerita luar biasa dari para petani di hulu yang telah bekerja keras menerapkan budi daya kopi ramah lingkungan langsung ke para penikmat kopi di hilir,” ujar Ade Aryani.

“Kami percaya ketika konsumen memahami perjalanan dan dampak di balik secangkir kopi, mereka akan lebih terinspirasi untuk bergabung dalam gerakan gaya hidup berkelanjutan, memastikan setiap tegukan kopi adalah pilihan yang nikmat sekaligus bertanggung jawab,” ungkap Ade menambahkan. 

Peningkatan konsumsi domestik ini khususnya dialami oleh sejumlah komoditas kunci yang rawan terhadap isu pembukaan lahan hutan, yaitu teh, kopi, kakao, dan kelapa sawit.  

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore