
Lalu lintas di jalan layang MBZ alami peningkatan selama libur panjang Maulid Nabi. (Istimewa)
JawaPos.com-Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 kembali memicu lonjakan arus lalu lintas di Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Jalan layang terpanjang di Indonesia itu menjadi jalur favorit pemudik maupun pelancong yang hendak menuju arah timur Pulau Jawa.
Data PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) menunjukkan, pada puncak libur (Hari H), tercatat 41.212 kendaraan melaju ke arah Cikampek melalui Jalan Layang MBZ, melonjak 33,28 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 30.922 kendaraan. Dari arah sebaliknya, yakni Cikampek menuju Jakarta, tercatat 25.246 kendaraan, naik tipis 1,32 persen dari kondisi normal 24.918 kendaraan.
Peningkatan lalu lintas tidak hanya terjadi pada hari libur utama. Sejak H-1 hingga Hari H, volume kendaraan ke arah Cikampek tercatat 86.151 unit, atau naik signifikan 61,20 persen dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 53.444 kendaraan.
"Sedangkan kendaraan yang melintas dari arah Cikampek menuju Jakarta mencapai 49.404 unit, tumbuh 7,74 persen dari kondisi normal 45.856 kendaraan," terang Direktur Utama PT JJC Hendri Taufik.
Dia menjelaskan, lonjakan kendaraan ini sudah menjadi pola tahunan setiap kali terjadi libur panjang. Jalan Layang MBZ, yang membentang sejauh 36,4 kilometer dari Cikunir hingga Karawang Barat, memang dirancang untuk mengurai kepadatan di jalur bawah Tol Jakarta–Cikampek, terutama pada periode mudik atau cuti bersama.
“Volume kendaraan diprediksi masih akan terus meningkat hingga akhir periode libur panjang Maulid Nabi. Kami terus melakukan pemantauan secara real time dan menyiagakan petugas di lapangan,” kata Hendri melalui keterangannya.
Lebih lanjut, PT JJC menekankan pentingnya keselamatan berkendara di ruas jalan layang ini. Tidak adanya rest area di sepanjang jalur MBZ kerap membuat pengemudi terjebak dalam perjalanan panjang tanpa tempat istirahat.
Karena itu, Hendri mengingatkan agar pengguna jalan memastikan kondisi tubuh pengemudi tetap prima, memeriksa kesiapan kendaraan sebelum berangkat, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo e-toll.
“Kami juga mengimbau pengemudi untuk selalu mematuhi batas kecepatan, rambu lalu lintas, dan arahan petugas jika diterapkan rekayasa lalu lintas. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas Hendri Taufik.
Dengan meningkatnya volume kendaraan yang signifikan, pengguna jalan diminta bijak dalam memilih waktu keberangkatan agar tidak terjebak pada puncak kepadatan.
PT JJC bekerja sama dengan kepolisian dan Jasa Marga Group juga menyiapkan langkah antisipasi. Mulai dari contraflow hingga penutupan sementara akses masuk, jika kondisi lalu lintas mengharuskan.
Lonjakan arus kendaraan di Jalan Layang MBZ menjadi cermin mobilitas masyarakat yang tinggi pada libur panjang keagamaan. Selain perjalanan mudik ke kampung halaman, banyak pula warga yang memanfaatkan cuti bersama untuk wisata ke kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
