Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 16.08 WIB

Lebih dari Sekadar Hemat Ongkos, Kini Transportasi Umum Menopang Roda Perekonomian Kota

Transportasi Umum MRT. (jakartamrt.co.id) - Image

Transportasi Umum MRT. (jakartamrt.co.id)

JawaPos.com – Bagi sebagian besar orang, transportasi umum hanyalah sarana berpindah tempat dengan biaya lebih terjangkau dibanding kendaraan pribadi.

Seseorang yang mengandalkan bus atau kereta dapat menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan dibanding mengendarai mobil pribadi. Mengapa begitu? Sebab dibanding ongkos transportasi publik, biaya bahan bakar, parkir, hingga servis kendaraan pribadi jika dijumlah akan muncul nominal yang seringkali jauh lebih tinggi.

Bagi banyak orang, transportasi adalah pos besar kedua setelah makanan dalam anggaran bulanan. Dilansir dari laman resmi American Public Transportation Association (APTA), pengguna transportasi umum bisa menghemat lebih dari US$13.000 per tahun atau sekitar US$1.100 per bulan dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

Lewat penghematan melalui transportasi umum, akan memberi ruang lebih besar bagi keluarga untuk mengalokasikan dana ke kebutuhan penting lain seperti pendidikan atau tabungan demi kestabilan finansial.

Tidak hanya berhenti di situ, transportasi umum juga punya peran penting dalam pemerataan akses ekonomi. Tarif yang terjangkau memungkinkan masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk kelompok menengah ke bawah, untuk menjangkau pusat pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan. Dalam hal ini, transportasi umum berfungsi sebagai alat pemerataan kesempatan.

Dari perspektif lingkungan, manfaat transportasi umum juga sangat signifikan. Penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan menyebabkan polusi udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Polusi ini memicu penyakit pernapasan yang pada akhirnya membebani biaya kesehatan negara.

Sebaliknya, semakin banyak orang yang beralih ke transportasi umum, semakin sedikit emisi karbon yang dihasilkan. Dampaknya adalah menurunnya biaya kesehatan akibat polusi udara serta berkurangnya beban ekonomi jangka panjang yang ditanggung masyarakat dan negara. Dengan kata lain, transportasi umum bukan hanya menyelamatkan uang, tetapi juga menyelamatkan kualitas hidup.

Laporan dari United Nations Environment Programme (UNEP) menjelaskan bahwa kota-kota yang mengintegrasikan sistem transportasi publik yang kuat memiliki kualitas udara dan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Mereka menyatakan, "Sektor transportasi adalah kontributor utama emisi gas rumah kaca, dan investasi dalam transportasi publik berkelanjutan adalah langkah krusial untuk mitigasi perubahan iklim." Hal ini menunjukkan transportasi umum yang berkelanjutan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk lingkungan dan kesehatan publik.

Dari sisi ekonomi makro, pembangunan transportasi umum juga merupakan investasi negara. Meskipun biaya pembangunan maupun jaringannya bisa menyentuh biaya triliunan rupiah, efek jangka panjangnya bisa dirasakan melalui peningkatan nilai properti di sekitar jalur transportasi.

Contoh nyata terlihat pada kota-kota yang berhasil mengintegrasikan sistem transportasi publik dengan pusat ekonomi. Bisnis retail, kuliner, hingga sektor pariwisata seringkali berkembang pesat di sekitar titik transit.

Hal tersebut menjawab bagaimana transportasi umum dapat mendorong perubahan gaya hidup konsumsi. Sebagai contoh, orang yang terbiasa naik kereta mungkin lebih sering berbelanja di area sekitar stasiun, atau pekerja yang naik bus kota bisa mendukung bisnis kuliner kecil di sepanjang jalur pemberhentian. Rantai ekonomi kecil ini, meskipun terlihat sederhana, membentuk ekosistem yang luas dan berkesinambungan.

Pada akhirnya, transportasi umum harus dipandang lebih luas dari sekadar sarana mobilitas dengan tarif murah. Dari sisi individu, transportasi umum memberi ruang penghematan biaya rumah tangga yang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting. Dari sisi kolektif, transportasi umum membuka akses ekonomi yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Dari penghematan biaya rumah tangga, peningkatan produktivitas, pemerataan kesempatan, hingga dampak lingkungan, semua terhubung dengan baik melalui transportasi umum. Setiap orang yang memilih naik bus, kereta, atau MRT bukan hanya sedang menghemat ongkos perjalanan, tetapi juga ikut serta dalam gerakan besar yang menggerakkan perekonomian kota secara lebih adil dan berkelanjutan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore