Ilustrasi barang-barang antik (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Barang-barang jadul atau vintage kini semakin banyak dicari dan bahkan diperebutkan. Mulai dari piringan hitam (vinyl), kamera digital, aksesori, hingga pakaian, semuanya kembali bangkit menjadi sebuah tren, sehingga permintaan terhadap barang-barang ini meningkat tajam.
Fenomena ekonomi baru ini disebut ekonomi nostalgia. Mengapa begitu? Banyak orang berpikir barang jadul hanya sebatas kenangan dan koleksi. Namun, melihat kondisi saat ini, nostalgia terhadap barang-barang itu justru menciptakan peluang dan nilai baru dalam ekonomi.
Mengutip dari simonkingsnorth.com, secara psikologis, memori memengaruhi emosi seseorang. Generasi muda yang tidak mengalami era tersebut justru tertarik karena faktor unik dan "beda dari yang lain." Hal ini menjadi alasan mengapa gaya berpakaian vintage seringkali dianggap otentik dan nyentrik jika dikenakan di zaman sekarang.
Lebih dari itu, barang-barang jadul juga bisa dijadikan aset untuk investasi. Jam tangan antik, piringan hitam langka, bahkan kendaraan dengan seri tertentu seperti mobil, bisa memiliki harga yang fantastis dan terus naik, menjadikannya sangat menjanjikan.
Media sosial juga berperan penting dalam hal ini. Banyak figur publik dan influencer yang menampilkan gaya retro mereka di media sosial. Secara tidak langsung, hal ini memengaruhi pengikut mereka.
Gaya yang dianggap keren kemudian berubah menjadi panutan, bahkan membuat seseorang rela berkutat seharian dengan gawainya hanya untuk mencari gaya vintage mana yang paling cocok dengan kepribadian mereka.
Popularitas barang jadul saat ini bukan sekadar nostalgia semata. Perasaan bahagia ketika menemukan barang-barang tertentu layakya "harta karun" menjadi kepuasan tersendiri bagi para pemburunya.
Dilansir dari US Chamber of Commerce, artikel mereka menyebutkan bahwa generasi muda justru menghargai merek dengan sejarah panjang. Data juga menunjukkan lebih dari separuh konsumen Gen Z lebih menyukai merek yang sudah lama berdiri karena terlihat lebih otentik dan kredibel.
Dengan membeli barang-barang lawas atau second-hand, secara tidak langsung mereka juga berperan dalam keberlanjutan. Hal ini berbeda dengan fast-fashion yang tidak hanya berujung pada kegiatan konsumtif, tetapi juga menghasilkan banyak limbah yang jumlahnya semakin mengkhawatirkan.
Artikel dari US Chamber of Commerce juga menyebutkan adanya tren baru yang disebut newstalgia, yaitu nostalgia lama dengan sentuhan baru. Nostalgia kini tidak sekadar menghidupkan masa lalu, tapi juga diinterpretasi ulang agar sesuai dengan masa kini.
Contohnya, kamera digital lawas yang kini kembali populer tidak hanya dipakai sebagai alat dokumentasi, tetapi juga dianggap sebagai simbol estetika yang berbeda dari hasil kamera smartphone modern.
Kombinasi antara nilai emosional dan nilai barang-barang lawas itu sendiri menciptakan nilai ganda bagi kedudukan barang-barang jadul di masyarakat saat ini. Nostalgia yang awalnya hanya sebatas perasaan, kini berubah menjadi faktor penting dalam perilaku konsumsi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tren tidak hanya bergerak maju, tetapi juga mundur bahkan berputar. Barang-barang jadul tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari ekonomi baru yang menawarkan nilai lebih, mulai dari keunikan, keberlanjutan, hingga peluang investasi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
