Rektor Universitas Terbuka (UT) Mohamad Yunus (tengah) di sela seminar wisuda di Tangerang Selatan (7/7). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data yang cukup mengejutkan. Yaitu sebanyak satu juta lebih pengangguran di Indonesia memiliki ijazah Sarjana (S1). Merespons data tersebut, lulusan perguruan tinggi diminta tidak bertumpu pada lowongan jadi aparatur sipil negara (ASN) saja. Tetapi juga bisa menciptakan usaha, sesuai dengan bakat dan minatnya.
Masukan tersebut disampaikan Rektor Universitas Terbuka (UT) Mohamad Yunus di sela seminar wisuda di Tangerang Selatan, Banten pada Senin (7/7). Dia mengatakan, banyaknya lulusan sarjana yang nganggur itu terkait banyak faktor. Termasuk dinamika kebijakan pemerintah dan kondisi di masyarakat.
Dia mencontohkan dengan segala kebijakan yang dibuat, iklim usaha di Taiwan sekarang lebih bagus. Dampaknya sejumlah perusahaan multinasional yang ada di Indonesia, pindah ke sana. Kondisi itu menambah banyak jumlah pengangguran. Akibatnya mahasiswa yang baru lulus kuliah, berebut lapangan kerja dengan masyarakat yang baru kehilangan pekerjaan.
"Yang kedua, kita sebagai individu tidak boleh terpaku dengan satu target. Misalnya targetnya lulus kuliah jadi PNS," kata dia.
Yunus mengatakan, kuota PNS setiap tahunnya tidak banyak. Jauh lebih besar angkatan kerja atau pencari kerja. Buktinya setiap kali dibuka pendaftaran PNS atau ASN baru, pelamarnya selalu membludak.
Begitupun dengan lapangan kerja yang disiapkan oleh perusahaan swasta maupun BUMN. Jumlahnya sangat terbatas. Jauh lebih sedikit dari angkatan kerja. Maka Yunus menegaskan bagi para mahasiswa bercita-cita untuk jadi pegawai itu tidak dilarang.
Namun dalam menjalani kehidupan, harus siap dengan situasi terburuk. Termasuk tidak lolos jadi abdi negara maupun bekerja di lembaga swasta. Maka cara yang bisa ditempuh adalah membuka usaha sendiri. Tentu penghasilan yang didapat tidak langsung besar.
"Tetapi bisa membuka lapangan pekerjaan, kalau sudah besar usahanya," katanya.
Yunus menegaskan, hidup seseorang itu ditanggung dirinya sendiri. Maka mahasiswanya sejak awal masuk, sudah dibekali dengan karakter daya juang dan tidak cepat menyerah.
Yunus mengatakan mahasiswanya banyak yang sudah bekerja sebelum dan saat kuliah. Sehingga ketika lulus tidak repot cari kerja. Bahkan lebih meningkat kompetensinya setelah lulus kuliah.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
