
Kilang minyak Abadan di Iran barat daya, digambarkan dari sisi Irak Shatt al-Arab di Al-Faw selatan Basra, Irak, Sabtu (21/9/2019). ANTARA/REUTERS
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia diprediksi akan naik usai Amerika Serikat (AS) melancarkan serangannya ke Iran, pada Minggu (22/6) waktu Indonesia.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan kenaikan minyak mentah akan makin menanjak apabila Iran melakukan blokade di Selat Hormuz sebagai balasan terhadap para musuhnya.
"Kemungkinan besar harga minyak mentah dunia ini akan kembali lagi mengalami kenaikan. Kenapa mengalami kenaikan? Setelah Amerika masuk dalam kancah pertempuran di Timur Tengah, kemungkinan besar Iran akan melakukan blokade Selat Hormuz," kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (22/6).
"Kita melihat bahwa selat hormus ini adalah selat yang paling vital untuk transportasi minyak," tambahnya.
Prediksi yang sama juga sebagaimana disampaikan oleh Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang mengatakan bahwa minyak mentah dunia akan naik tipis.
"Misalnya naik maksudnya, naik gak begitu besar, karena baru sekali, belum secara berkelanjutan. Kenaikan yang besar baru akan terjadi jika Iran membalas serangan ke Amerika," ujarnya.
Sementara itu, mengutip Reuters, kenaikan harga minyak mentah diperkirakan akan meningkat mencapai USD 5 per barel saat Iran membalas keras hingga menyebabkan terjadinya gangguan pasokan.
"Harga minyak diperkirakan akan naik," kata Kepala Analis geopolitik di Rystad dan mantan pejabat OPEC, Jorge Leon.
"Bahkan, jika tidak ada tindakan balasan langsung, pasar cenderung memperhitungkan premi risiko geopolitik yang lebih tinggi," sambungnya.
Di sisi lain, Analis SEB Ole Hvalbye menyampaikan bahwa harga acuan minyak global, yaitu Brent akan naik mencapai USD 3 hingga USD 5 per barel saat pembukaan pasar, pada Senin (23/6).
Padahal sebelumnya, harga Brent ditutup menurun sebesar USD 77,01 per barel pada Jumat (20/6) dan harga US West Texas Intermediate sebesar USD 73,84 per barel.
Untuk diketahui, Brent telah naik 11 persen sementara WTI telah naik sekitar 10 persen sejak konflik dimulai pada 13 Juni dengan Israel menargetkan situs nuklir Iran dan rudal Iran menghantam gedung-gedung di Tel Aviv.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan telah berhasil melakukan serangan rudal ke tiga situs nuklir milik Iran. Terdiri dari Fordow, Natanz dan Isfahan.
Tak hanya menyerang, Trump bahkan mengancam Iran untuk kembali melakukan serangan yang lebih besar jika tidak sepakat untuk melakukan perdamaian.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
