
Bank Mandiri menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan di masyarakat pedesaan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.
JawaPos.com - Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi literasi dan inklusi keuangan di masyarakat pedesaan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri untuk memperkuat ekonomi desa sebagai penggerak pertumbuhan nasional yang berbasis kerakyatan.
Melalui pendekatan yang menyeluruh, Bank Mandiri menghadirkan berbagai inisiatif yang mencakup pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelatihan bagi pendamping desa, penguatan kewirausahaan petani dan nelayan, serta pembangunan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan fasilitas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Pejabat Eksekutif Treasury and International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi menjelaskan, seluruh inisiatif ini dirancang untuk memperluas akses finansial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat di desa-desa terpencil merasakan manfaat layanan perbankan modern, mulai dari pembukaan rekening digital hingga transaksi UMKM berbasis digital,” imbuh Ari.
<span;>Gencarkan Edukasi Keuangan dan Komitmen Berkelanjutan
Di sisi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Bank Mandiri telah menggelar pelatihan bagi para pendamping desa di 14 provinsi. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tata kelola keuangan desa yang efektif, transparan, dan berdampak langsung terhadap pembangunan desa.
Dalam hal implementasi teknologi berkelanjutan, Bank Mandiri bekerja sama dengan alumni Wirausaha Muda Mandiri (WMM) untuk menjalankan inisiatif berbasis transfer knowledge. Program ini menyasar komunitas nelayan dan petani kopi dengan pendekatan ramah lingkungan, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan nilai ekonomi.
Tak hanya itu, untuk mendorong sektor pertanian, Bank Mandiri mendirikan sentra pengolahan beras terpadu dan mendukung koperasi petani (Gapoktan) di tiga wilayah strategis. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok serta nilai tambah produk pertanian lokal.
Bank Mandiri juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat desa. Bersama BKKBN, Bank Mandiri melaksanakan program penanggulangan stunting di wilayah rawan, melalui bantuan nutrisi serta pendampingan oleh relawan BKKBN di lokasi-lokasi prioritas.
Untuk mendukung percepatan pembangunan wilayah 3T, Bank Mandiri melakukan pembangunan akses dasar seperti jalan desa, penerangan, dan infrastruktur publik lainnya. Upaya ini ditujukan untuk membuka konektivitas dan mempercepat pemerataan pembangunan.
“Melalui sinergi dan komitmen berkelanjutan, kami optimis desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif. Untuk itu, Bank Mandiri akan terus hadir dengan solusi yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat,” pungkas Ari.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
