Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 14.46 WIB

IHSG Pekan Ini Diprediksi Lesu, Tertekan Sentimen Perang Dagang Global hingga Gaduh Pembahasan RUU Polri

Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang perdagangan pekan ini, yang terhitung mulai Senin-Kamis, 14-17 April 2025 diprediksi akan tetap lesu.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyebut bahwa IHSG masih akan fluktuatif selain efek perang dagang juga fundamental ekonomi Indonesia.

Dari sisi domestik, Bhima menyebut pelemahan sisi dipengaruhi oleh lesunya permintaan atau daya beli masyarakat hingga penjualan ritel. Bahkan, pada saat momen Ramadhan dan lebaran pergerakan ekonomi pun belum memuaskan.

"Jadi faktor eksternal satu hal, tapi yang membuat IHSG dan rupiah akan tertekan adalah soal performa ekonomi dalam negeri termasuk juga gaduh-gaduh soal transparansi dan juga penyusunan RUU," kata Bhima kepada JawaPos.com, dikutip Senin (14/4).

"Minggu ini ada pembahasan RUU Polri juga, itu akan menambah dinamika dan persepsi risiko di mata investor," sambung Bhima.

Di sisi lain, IHSG sebelumnya ditutup di level 6.262 pada akhir perdagangan Jumat, 11 April 2025 lalu atau melemah kurang lebih -3,9 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menyebutkan ada 2 sentimen global dan 1 sentimen domestik yang menjadi pemicu penurunan IHSG pada sepanjang pekan ini, terhitung 7-11 April 2025. Mulai dari sentimen global harga emas (gold) dan kebijakan tarif Donald Trump.

Sementara itu terkait kebijakan tarif Donald Trump, pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memberlakukan tarif impor tinggi, termasuk tarif sebesar 145 persen terhadap produk dari Tiongkok. David mengungkapkan, kebijakan ini memicu kekhawatiran akan perang dagang yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

"Dampaknya terasa di berbagai pasar saham dunia, termasuk Indonesia, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 7,9 persen pada 8 April 2025," ungkap David.

Sementara itu dari domestik, David menyebutkan ada optimisme Pemerintah, di mana Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa dampak tarif AS terhadap ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengurangi pertumbuhan sebesar 0,3 hingga 0,5 poin persentase.

Namun, dengan adanya penundaan selama 90 hari, pemerintah berencana untuk melakukan deregulasi, pemotongan pajak, dan pelonggaran kebijakan impor guna mengurangi dampak negatif tersebut. "Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menarik kembali minat investor," tutupnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore