Ilustrasi PHK. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Yamaha Music dikabarkan bakal menutup dua pabriknya di Indonesia. Akibat dari rencana itu, diperkirakan sebanyak 1.100 karyawan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Dua pabrik yang akan ditutup, masing-masing berada di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat. Serta, satu pabrik di Kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Lebih lengkap, berikut ini fakta-fakta rencana penutupan pabrik Yamaha Music di Indonesia.
1. Yamaha Music PHK 1.100 karyawan
Presiden Federasi Serikat Pekerja Meteal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz menyebut penutupan pabrik dilakukan pada waktu berbeda. Pertama, di pabrik bekasi pada akhir Maret 2025 dengan total karyawan terdampak sebanyak 400 orang.
Lalu, sebanyak 700 karyawan bakal terkena PHK di PT Yamaha di Pulo Gadung yang bakal tutup pada akhir Desember 2025.
2. Kemenaker Sudah Terinfo Kabar PHK di PT Yamaha Music
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengaku telah mendapatkan informasi soal kabar PHK ribuan karyawan di PT Yamaha Music Indonesia.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan hal itu diketahui usai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima kunjungan dari serikat pekerja karyawan Yamaha Music Indonesia.
"Jadi waktu datang sekitar 10 hari lalu ke Pak Menteri, memang sudah di sounding-kan ada PHK dari Yamaha ya," kata Indah saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/2).
3. Kemnaker Minta Perusahaan Tunaikan Hak dan Kewajiban Karyawan
Lebih lanjut, Indah juga meminta PT Yamaha Music Indonesia untuk bisa menunaikan hak dan kewajiban kepada para karyawan yang terkena PHK.
Bahkan, Indah mewanti-wanti, agar perusahaan bisa melakukan PHS sesuai dengan regulasi. Dalam hal ini perusahaan tak mampu, maka harus dilakukan atas kesepakatan perusahaan dan karyawan.
“Intinya diminta untuk harus sesuai dengan hak, kewajiban, dan kemampuan perusahaan,” ujar Indah.
4. Menperin Bakal Pelajari Kasus Tutupnya PT Yamaha Music di Indonesia
Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bakal mempelajari kasus penutupan dua pabrik tersebut. Terlebih, kata dia, realisasi investasi PT Yamaha Music cukup besar di Indonesia.
Terlebih, persoalan PHK ini terjadi di tengah terjadinya pertumbuhan manufaktur di atas 4 persen.
"Gapnya menunjukkan manufaktur tumbuh di atas 4 persen, tapi bukan berarti dia mewakili industri sepenuhnya, tapi kasus seperti itu (PHK) harus kita pelajarin lagi," kata Agus kepada wartawan, dikutip Minggu (2/3).