Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 April 2023 | 04.20 WIB

Tetap Sehat Pasca Restrukturisasi, Rasio Kredit Macet Bank Mandiri Hanya 1,7 Persen

Petugas menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA - Image

Petugas menyusun tumpukan uang di Cash Pooling Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA

JawaPos.com - Perbankan optimistis permintaan kredit pada kuartal II 2023 semakin menguat. Terutama di sektor industri potensial seperti pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga. Sejalan dengan prospek kondisi ekonomi domestik yang stabil tumbuh di kisaran 5 persen.

Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, portofolio restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 terus menunjukkan perkembangan positif. Outstanding balance dari restrukturisasi kredit terus menurun.

Per akhir Maret berada di posisi Rp 31,2 triliun. Jauh lebih rendah daripada posisi outstanding balance tertinggi pada Juni 2021 di level Rp 96,49 triliun.

"Memastikan kualitas kredit terjaga. Dari total Rp 96,49 triliun, yang jadi NPL hanya 1,7 persen. Kemudian loan at risk (LAR), termasuk restrukturisasi Covid-19, pada Maret mencapai 11,7 persen. Menurun signifikan dari posisi Maret tahun lalu di 17,2 persen," terang Siddik saat ditanya Jawa Pos.

Dari portofolio tersebut, lebih dari 91 persen telah melakukan pembayaran kembali. Baik berupa partial payment, full payment, ataupun pelunasan. Karena itu, Bank Mandiri mengestimasi sebagian besar portofolio restrukturisasi Covid-19 akan pulih dan mampu kembali membayar kewajiban keuangan.

"Dalam hal masih ada debitur yang memerlukan relaksasi lanjutan, kami akan memberikan program restrukturisasi reguler," imbuhnya.

Mengantisipasi penurunan kualitas kredit untuk debitur tertentu pasca-masa relaksasi, bank berlogo pita emas itu telah menambahkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp 2,86 triliun. Sedangkan CKPN coverage terhadap NPL keseluruhan ada di level 336,6 persen. Meningkat 70 persen year-on-year (YoY).

Siddik akan memonitor kinerja bisnis debitur, early warning signal, maupun terus memantau kewajiban pembayaran. Khususnya bagi debitur restrukturisasi Covid-19. "Sehingga kami cukup optimistis memberikan guidance cost of credit sekitar 1,3 sampai 1,5 persen," tuturnya.

Optimalisasi segmen potensial dan digital perseroan yang matang sukses membawa Bank Mandiri membukukan kinerja keuangan yang positif pada kuartal I 2023. Tecermin dari perolehan laba bersih konsolidasi yang mencapai Rp 12,6 triliun. Melesat 25,2 persen secara YoY. (han/bil/c7/dio)

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore