Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 April 2023 | 01.48 WIB

BFI Finance Raih Laba Bersih Rp 508,8 Miliar, Asetnya Bengkak jadi Rp 24 Triliun

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono. - Image

Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono.

JawaPos.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatat kembali melanjutkan kinerja positifnya di kuartal pertama tahun 2023 dengan 
membukukan pendapatan senilai Rp 1,6 triliun sepanjang kuartal satu atau tumbuh 39,0 persen secara year-on-year (yoy).
 
Di sisi lain, biaya operasional perusahaan tercatat sebesar Rp 1 triliun atau naik 46,8 persen yoy sejalan dengan peningkatan kegiatan operasional perusahaan guna mendukung pertumbuhan piutang selama satu tahun terakhir.
 
"Dengan demikian, laba sesudah pajak meningkat sebesar 28,5 persen yoy dengan nilai Rp 508,8 miliar. Nilai ini merupakan pencapaian laba bersih per kuartal tertinggi perusahaan," kata Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono dalam keterangan resmi, Rabu (26/4).
 
Lebih lanjut, ia mengungkapkan peningkatan total aset sebesar 46,5 persen secara tahunan menjadi Rp 24 triliun. Angka tersebut naik 9,3 persen dibandingkan dengan total aset di akhir tahun 2022.
 
Peningkatan ini membuktikan semakin kuatnya komitmen BFI Finance untuk terus memperluas akses keuangan bagi masyarakat Indonesia. Kenaikan ini didukung oleh realisasi pembiayaan baru di kuartal I/2023 yang melambung 53,9 persen yoy atau senilai Rp 6,3 triliun, serupa dengan nilai pembiayaan baru sepanjang kuartal IV/2022 silam. 
 
"Sebagian besar portofolio pembiayaan berdasarkan jenis asetnya masih berasal dari pembiayaan kendaraan roda empat, yakni mengambil porsi hingga 67,5 persen dengan nilai piutang yang dikelola atau managed receivables sebesar Rp 15,2 triliun dari total Rp 22,5 triliun," ungkap Sudjono.
 
Sementara itu, komposisi piutang yang dikelola terbesar lainnya selain pembiayaan kendaraan roda empat adalah pembiayaan alat berat dan mesin 12,8 persen pembiayaan kendaraan roda dua 12,5 persen. Adapun sisanya merupakan pembiayaan properti, pembiayaan berbasis syariah, serta pembiayaan 
dari anak usaha yang berkontribusi sebesar 7,2 persen terhadap piutang yang dikelola perusahaan.
 
Per 31 Maret 2023, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) terpantau rendah di bawah posisi 1 persen, yakni level bruto 1,06 persen dan neto 0,43 persen dengan cakupan penyisihan 3,8 kali. Piutang pembiayaan bersih terkumpul Rp 21,4 triliun atau meningkat 45,0 persen dibandingkan periode kuartal satu tahun lalu.
 
"BFI Finance terus melanjutkan tren positif di tahun 2023 ini, dan kami optimistis dapat melanjutkan tren ini dengan tetap menjaga kualitas aset yang baik dan pencadangan yang memadai, sambil melanjutkan proses transformasi bisnis dan mitigasi risiko melalui tata kelola yang baik," tandasnya.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore