Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 12.05 WIB

Lou Bentian, Rumah Panjang Suku Dayak sepanjang 50 Meter Ditopang 300 Pilar Kayu Ulin

Rumah panjang khas Suku Dayak Bentian ini panjangnya bisa mencapai 50 meter dan dibangun dengan ditopang 300 pilar kayu ulin. (dok. ITMG) - Image

Rumah panjang khas Suku Dayak Bentian ini panjangnya bisa mencapai 50 meter dan dibangun dengan ditopang 300 pilar kayu ulin. (dok. ITMG)

JawaPos.com – Lou Bentian merupakan salah satu warisan budaya Nusantara dari masyarakat Dayak. Rumah panjang khas Suku Dayak Bentian ini panjangnya bisa mencapai 50 meter dan dibangun dengan ditopang 300 pilar kayu ulin.

Kata 'Lou' dalam bahasa Bentian berarti rumah panjang. Lou Bentian mengusung konsep rumah tradisional Suku Dayak dengan bangunan sepanjang 50 meter dan ditopang sekitar 300 pilar kayu ulin, material yang dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan tinggi.

Lou Bentian memiliki sembilan kamar sebagai simbol sembilan kampung di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.

Lebih dari bangunan fisik, Lou Bentian merepresentasikan identitas, tradisi, dan semangat gotong royong masyarakat Dayak Bentian. Ruang komunal ini membuka interaksi lintas generasi, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus menjadi wadah pelestarian kekayaan budaya Indonesia.

Ruang utama dirancang luas dan terbuka untuk mengakomodasi beragam aktivitas komunal, sementara ornamen tradisional mempertegas identitas budaya pada bangunan tersebut. Lou Bentian dibangun atas aspirasi para pemangku adat yang memandang pentingnya menghadirkan kembali ruang komunal sebagai bagian dari tradisi dan karakter masyarakat Dayak Bentian.

Dengan semangat melestarikan budaya Dayak, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melalui anak usahanya, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) menginisiasi pembangunan Lou Bentian. Ketua Pokdarwis sekaligus tokoh masyarakat Bentian, Lorensius mengapresiasi dukungan tersebut. 

"Kami berterima kasih atas inisiatif ITM melalui anak usahanya TCM, BEK, TIS membangun Lou Bentian dan mendorong pemberdayaan sarana ini untuk pengembangan dan pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Bentian khususnya dan Kutai Barat pada umumnya. Semoga inisiatif ini juga dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan kami sebagai masyarakat adat," ujar Lorensius, dalam keterangannya Kamis (7/5).

Kedepan, Lou Bentian diharapkan terus menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat di Bentian Besar. Dengan arsitektur khas rumah panjang dan nilai historis yang melekat, Lou Bentian diharapkan terus memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Selain sebagai simbol budaya, Lou Bentian juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat kebersamaan serta mendorong lahirnya inisiatif-inisiatif positif bagi warga Bentian Besar dan sekitarnya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore