
EVENT MANUFAKTUR: Paviliun Indonesia di Hannover Messe 2023 Fairground dengan luas area sekitar 3.000 meter persegi, Kamis (20/4).
JawaPos.com – Gelaran Hannover Messe (HM) 2023 penting bagi pengembangan industri hijau Indonesia. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menekankan bahwa forum bisnis Indonesia-Jerman yang menjadi bagian dari HM 2023 ditujukan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi global.
’’Forum bisnis Indonesia-Jerman menjadi wadah bagi pemimpin bisnis untuk menjalin kerja sama dengan Jerman dan Uni Eropa. Terutama sektor hilirisasi industri dan teknologi hijau,’’ ujarnya kemarin (20/4).
Arsjad menjelaskan, peluang di sektor industri hijau sangat besar bagi Indonesia. Hal itu terlihat dari adanya proyeksi nilai investasi dalam peta jalan hilirisasi yang mencapai USD 545,3 miliar hingga 2040. Pengembangannya juga harus dibarengi dengan penguatan usaha dalam menjaga lingkungan hidup serta upaya melaksanakan transisi energi.
’’Perkembangan industri dan pemeliharaan lingkungan Indonesia telah berjalan beriringan. Terbukti, data yang diungkapkan Presiden Joko Widodo bahwa laju deforestasi turun signifikan dan terendah selama 20 tahun terakhir, kebakaran hutan turun 88 persen, hutan mangrove sebesar 600 ribu akan selesai direhabilitasi di tahun 2024 dan ini terluas di dunia, serta dibangun 30 ribu hektare kawasan industri hijau,’’ beber Arsjad.
Di samping itu, Indonesia juga menargetkan 23 persen sumber energi yang dihasilkan berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT) pada 2025 serta berencana untuk menutup seluruh pembangkit listrik tenaga uap batu bara pada 2050.
’’Kita ingin betul-betul melakukan transisi energi hijau dan terjangkau bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengundang semua yang ada dalam forum ini untuk bisa bekerja sama dan berinvestasi dalam hilirisasi industri energi baru terbarukan di Indonesia,’’ tambahnya.
Melalui Hannover Messe 2023, terdapat 19 perjanjian yang ditandatangani di bidang industri. Yaitu, semikonduktor, tenaga surya, peralatan medis, pengelolaan limbah, industri kimia, pengembangan milling CNC, internet of things, industri digital, serta sistem pengisian dan baterai kendaraan listrik. Selain itu, investasi kawasan industri, keberlanjutan dan transisi energi, sumber daya manusia, serta start-up dan inovasi.
’’Kerja sama yang dapat ditindaklanjuti meliputi pengembangan sumber daya manusia (SDM) terkait industri 4.0 melalui penyelenggaraan program-program untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi,’’ kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Masrokhan di Hannover, Jerman, Rabu (19/4).
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyatakan komitmennya dalam upaya peningkatan investasi di Indonesia. (dee/agf/c6/dio)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
