
Ilustrasi perlindungan asuransi untuk keluarga. (Pixabay)
JawaPos.com - Mendapatkan manfaat proteksi dan investasi sekaligus bukanlah hal mustahil berkat kehadiran Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), metode cerdas untuk melindungi kekayaan / kemakmuran (wealth).
Dengan membeli polis PAYDI, maka kita akan mendapatkan manfaat proteksi dalam jangka waktu yang ditentukan sesuai kebutuhan, serta potensi pertambahan nilai tunai dari sebagian dana yang diinvestasikan oleh manajer investasi pada aset-aset tertentu sesuai dengan preferensi berdasarkan profil risiko masing-masing nasabah/calon nasabah.
Menarik bukan? Yuk kita lihat lebih dalam fitur investasi pada PAYDI!
Ketika membeli polis PAYDI, kita akan dipandu oleh tenaga pemasar untuk menentukan jenis proteksi apa yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan jenis subdana (fund) yang sesuai dengan profil risiko. Berikutnya, kita dapat menentukan subdana yang ditawarkan pada PAYDI sesuai dengan tujuan spesifik yang diinginkan dan kemampuan mengambil risiko.
Setelahnya kita tidak perlu repot-repot mengawasi pergerakan pasar dan melacak status investasi kita, karena manajer investasi yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi terkait yang akan melakukannya untuk kita, mulai dari analisis, pemilihan instrumen investasi, hingga aktivitas jual-dan beli instrumen investasi.
Bentuk investasi pada PAYDI juga memberikan fleksibilitas bagi pemegang polis untuk mengalihkan subdana guna memaksimalkan peluang pengembalian yang mendukung proteksi. Pengalihan subdana dimaksud seperti pengalihan dari subdana berbasis saham ke subdana berbasis obligasi atau subdana berbasis campuran, begitu pula sebaliknya.
Namun demikian, perlu diingat bahwa tujuan proteksi tetap menjadi prioritas utama dari produk PAYDI. Apabila nasabah menemukan halangan untuk menunaikan kewajiban membayar premi maka nilai tunai dari hasil investasi (jika ada) dapat dialokasikan untuk memastikan agar polis tetap aktif dengan syarat nasabah perlu mengajukan cuti premi, polis sudah berjalan sekian tahun sesuai yang dipersyaratkan, jumlah nilai tunai cukup untuk membayarkan biaya asuransi dan administrasi, dan memenuhi syarat lainnya sesuai ketentuan polis.
Potensi hasil investasi juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain ketika nasabah memutuskan untuk melakukan penarikan dana sesuai batas nominal tertentu yang dipersyaratkan pada polis. Namun perlu dipahami langkah ini akan memotong nilai tunai investasi dalam polis yang dimiliki dan nilai tunai bergerak fluktuatif mengikuti situasi pasar dan performa dana investasi yang dipilih oleh nasabah.
Pahami tujuan keuangan dan profil risiko sebelum memulai berinvestasi
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya kita mengetahui profil risiko agar dapat menentukan instrumen investasi mana yang tepat untuk mengiringi manfaat proteksi PAYDI.
Dalam investasi, profil risiko dapat diartikan sebagai informasi yang mendeskripsikan tingkat toleransi risiko pada pergerakan dinamis (volatilitas) dari aset yang diinvestasikan. Secara umum, profil risiko tersebut dibagi menjadi tiga jenis: konservatif untuk mereka yang memiliki toleransi risiko paling rendah, moderat untuk toleransi risiko sedang, dan agresif bagi mereka yang tertantang mengambil risiko tinggi.
Setelah memahami jenis profil risiko, kini kita beralih membahas tentang subdana yang dapat dipilih dalam melengkapi manfaat proteksi pada PAYDI. Secara umum , hal tersebut dipasarkan dalam empat pilihan:
1. Subdana berbasis pasar uang. Subdana ini menempatkan mayoritas (lebih dari 80%) dana nasabah pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka dan surat utang jangka pendek dengan waktu jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Subdana jenis ini bisa menjadi pilihan nasabah dengan profil risiko konservatif sebab memiliki risiko paling rendah.
2. Subdana berbasis pendapatan tetap (obligasi). Subdana ini menempatkan mayoritas (lebih dari 80%) dana nasabah pada instrumen obligasi yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun.
Meskipun instrumen obligasi memiliki volatilitas harga di pasar sekunder namun instrumen obligasi berpotensi memberikan pendapatan yang relatif stabil yang berasal dari kupon obligasi maupun pengembalian pokok pada saat jatuh tempo. Subdana jenis ini masih bisa menjadi pilihan nasabah dengan profil risiko konservatif meskipun tingkat risikonya tidak serendah subdana berbasis pasar uang.
3. Subdana berbasis instrumen campuran. Subdana ini menempatkan dana nasabah pada pada instrumen saham dan instrumen obligasi dengan komposisi tertentu. Dengan strategi penempatan demikian, subdana ini berpotensi memperoleh pendapatan tetap dari instrumen obligasi dan pertumbuhan investasi jangka panjang dari instrumen saham. Subdana jenis ini bisa menjadi pilihan nasabah dengan profil risiko moderat.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
