
PT Pertamina EP Pendopo Field sukses dalam pelestarian pinang lokal Pinang Batara di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com–PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field sukses dalam pelestarian pinang lokal Pinang Batara di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kini, PEP Pendopo Field melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan inovasi terbaru dalam penggunaan ekstrak buah pinang sebagai korosi inhibitor dan mendorong ekspor pinang.
Senior Manager Pendopo Field I Wayan Sumerta mengungkapkan, pemanfaatan ekstrak buah pinang sebagai korosi inhibitor merupakan bagian dari Creating Shared Value (CSV) atau menciptakan nilai bersama. Berkolaborasi dengan Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), PEP Pendopo Field memformulasikan korosi inhibitor alami dan mentransfer pengetahuan tersebut kepada masyarakat setempat.
”Korosi inhibitor alami ini tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan,” ungkap Wayan.
Berdasar kajian Fakultas MIPA UGM, biaya produksi cairan antikorosi dari biji pinang tua berkisar antara Rp 27.268 hingga Rp 37.555 per liter. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan cairan inhibitor berbasis bahan kimia yang harganya mencapai Rp 34.000 hingga Rp 51.750 per liter. Oleh sebab itu, penggunaan korosi inhibitor alami dapat menghemat biaya sebesar 13 hingga 27 persen.
Lebih lanjut Wayan menyatakan, keberhasilan PEP Pendopo Field merealisasikan pendekatan CSV tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam membaca potensi desa yang sejalan dengan inti bisnis (core business) perusahaan. ”Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat,” tandas I Wayan Sumerta.
Sementara itu, guna memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat dan mengatasi rendahnya harga pinang di pasar lokal, PEP Pendopo Field bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Pemerintah Kecamatan STL Ulu Terawas, dan sejumlah pemerintah desa setempat mendorong kelompok mitra binaannya untuk dapat ekspor pinang. Langkah pertama dari kegiatan ini ialah memberikan pelatihan ekspor kepada warga. Warga kemudian menerapkan keterampilan memilah pinang layak ekspor, mengumpulkan, dan menjual ke eksporter pinang.
Ketua Kelompok Wanita Tani (Melati) Suhartini menjelaskan, harga pinang tua satu kilogram di pasar lokal sekitar Rp 4.000. Dengan adanya upaya mendorong pasar ke level internasional ini, warga bisa mendapatkan harga lebih hingga, yakni sebesar Rp 6.000/kg.
”Jadi, manfaat ekonomi melalui upaya mendorong ekspor ini lebih besar dibandingkan dengan menjual pinang (tua) di pasar lokal,” jelas Suhartini.
Community Development Officer PEP Pendopo Field Erwinton Simatupang menyatakan, upaya mendorong ekspor pinang dengan melibatkan warga dan pemerintah daerah masih mencerminkan pendekatan CSV. Pada titik ini, PEP Pendopo Field berupaya membangun klaster industri lokal melalui kerja sama antara berbagai entitas, seperti pemerintah, lembaga masyarakat, dan bisnis.
”Mendorong ekspor pinang, pasar yang adil dan terbuka memungkinkan ada bagi masyarakat, dan pada akhirnya mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi produksi pinang. Terlebih, akses ke pasar yang lebih besar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan daya saing produk lokal di pasar global,” tambah Erwinton.
Camat STL Ulu Terawas Muhammad Pahip mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PEP Pendopo Field. Jika semula kegiatan yang dilakukan berfokus di Desa Sukakarya, kini kegiatan tersebut justru menyebar ke desa lain di Kecamatan STL Ulu Terawas, bahkan Kabupaten Musi Rawas.
”Perusahaan lain bisa menjadikan PEP Pendopo Field sebagai contoh baik dalam campur tangan bisnis pada isu sosial dan lingkungan,” ucap Muhammad Pahip.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
