
Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat tiga negara asal yang mendominasi impor nonmigas Indonesia pada April 2026 yakni Tiongkok, Jepang, dan Australia, dengan kontribusi gabungan mencapai 53,12 persen. Sementari itu, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar, antara lain, Meksiko yang naik 282,69 persen, Spanyol 125,56 persen, serta Prancis 117,65 persen (CtC/kuartalan).
Kinerja ekspor Indonesia dilaporkan menunjukkan penguatan pada April 2026. Nilai ekspor nasional tercatat mencapai USD 25,30 miliar, meningkat 12,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut terutama berasal dari ekspor nonmigas yang tumbuh 13,66 persen secara bulanan. Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 9,81 persen dibandingkan Maret 2026.
Sejumlah komoditas nonmigas mencatatkan kenaikan ekspor yang cukup signifikan sepanjang April 2026. Kelompok kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) memimpin dengan pertumbuhan 54,44 persen.
Baca Juga:Mendag Teken Revisi Permendag PMSE, Aplikasi Ride-Hailing dan Akomodasi Masuk Kategori Penyelenggara
Kenaikan juga terjadi pada tembakau dan rokok (HS 24) sebesar 43,49 persen, kayu dan produk turunannya (HS 44) sebesar 40,91 persen, lemak serta minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar 38,71 persen, dan mesin maupun peralatan mekanis (HS 84) sebesar 37,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan peningkatan ekspor nonmigas tidak terlepas dari membaiknya permintaan dari sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia.
Pada April 2026, Uni Emirat Arab menjadi negara tujuan ekspor nonmigas dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 305,21 persen. Setelah itu terdapat Afrika Selatan yang tumbuh 288,40 persen dan Belgia sebesar 117,84 persen secara bulanan.
"Secara kumulatif, pada Januari-April 2026, total ekspor Indonesia mencapai USD 92,15 miliar atau meningkat 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Kinerja ini ditopang ekspor nonmigas yang tumbuh 6,28 persen menjadi USD 87,74 miliar, sementara ekspor migas terkontraksi 8,30 persen menjadi USD 4,41 miliar. Tren positif ini menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia yang tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global,” ujar Mendag Busan dalam keterangannya, Senin (8/6).
Menurut Mendag Busan, pertumbuhan ekspor selama empat bulan pertama 2026 banyak ditopang sektor industri pengolahan yang mencatatkan kenaikan 9,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
