Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 19.34 WIB

Tiongkok dan 2 Negara ini Dominasi Barang-barang Impor di Pasar Indonesia

Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat tiga negara asal yang mendominasi impor nonmigas Indonesia pada April 2026 yakni Tiongkok, Jepang, dan Australia, dengan kontribusi gabungan mencapai 53,12 persen. Sementari itu, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar, antara lain, Meksiko yang naik 282,69 persen, Spanyol 125,56 persen, serta Prancis 117,65 persen (CtC/kuartalan).

Kinerja ekspor Indonesia dilaporkan menunjukkan penguatan pada April 2026. Nilai ekspor nasional tercatat mencapai USD 25,30 miliar, meningkat 12,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 21,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari ekspor nonmigas yang tumbuh 13,66 persen secara bulanan. Sebaliknya, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 9,81 persen dibandingkan Maret 2026.

Sejumlah komoditas nonmigas mencatatkan kenaikan ekspor yang cukup signifikan sepanjang April 2026. Kelompok kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) memimpin dengan pertumbuhan 54,44 persen.

Kenaikan juga terjadi pada tembakau dan rokok (HS 24) sebesar 43,49 persen, kayu dan produk turunannya (HS 44) sebesar 40,91 persen, lemak serta minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar 38,71 persen, dan mesin maupun peralatan mekanis (HS 84) sebesar 37,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan peningkatan ekspor nonmigas tidak terlepas dari membaiknya permintaan dari sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia.

Pada April 2026, Uni Emirat Arab menjadi negara tujuan ekspor nonmigas dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 305,21 persen. Setelah itu terdapat Afrika Selatan yang tumbuh 288,40 persen dan Belgia sebesar 117,84 persen secara bulanan.

"Secara kumulatif, pada Januari-April 2026, total ekspor Indonesia mencapai USD 92,15 miliar atau meningkat 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Kinerja ini ditopang ekspor nonmigas yang tumbuh 6,28 persen menjadi USD 87,74 miliar, sementara ekspor migas terkontraksi 8,30 persen menjadi USD 4,41 miliar. Tren positif ini menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia yang tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global,” ujar Mendag Busan dalam keterangannya, Senin (8/6).

Menurut Mendag Busan, pertumbuhan ekspor selama empat bulan pertama 2026 banyak ditopang sektor industri pengolahan yang mencatatkan kenaikan 9,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore