Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 September 2024 | 18.28 WIB

Beras Semakin Mahal, Prabowo Diminta Pilih Kepala Bapanas yang Paham Pertanian dan Pro Rakyat

Menhan Prabowo Subianto  mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat Dengar Pendapat ini membahas tentang penyesuaian RKA Kemhan/TNI TA 2023.  Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Menhan Prabowo Subianto mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat Dengar Pendapat ini membahas tentang penyesuaian RKA Kemhan/TNI TA 2023. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Berdasarkan data dari World Bank, Harga beras di Indonesia termasuk termahal di ASEAN. Bahkan, kenyataannya masih banyak petani di Indonesia yang masih miskin. Salah satunya, akibat rendahnya harga gabah.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih meminta Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk memilih Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang pro terhadap petani.

“Kami berharap betul kepada beliau (Prabowo), punya perhatian yang serius terhadap sektor pertanian. Lindungilah kami-kami ini,” ujar Henry, di Jakarta, Rabu (25/9).

Dia menilai, Kepala Bapanas saat ini, Arief Prasetyo Adi, tak memiliki keberpihakan kepada petani. Hal ini, kata Henry, terlihat bari beberapa kebijakannya, termasuk soal harga gabah.

Berkali-kali, kata Hendry SPI mengkritik kebijakan Bapanas. Namun, tetap tidak didengar. “Sama-sama masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Saya kira, Kepala Bapanas memang harus diganti,” tututnya dikutip RM.id (Jawa Pos Group).


Dia berharap, pemerintahan Prabowo memilih figur yang benar-benar paham sektor pertanian dan berpihak kepada petani.

Tata kelola perberasan nasional sebaiknya diserahkan kepada industri kecil dan koperasi, bukan membuka ruang sebebas-bebasnya kepada kapitalis bermodal besar.

"Satu lagi, Perum Bulog lebih diberdayakan. Kami melihat, Bulog punya keterbatasan keuangan sehingga tidak bisa menyerap gabah petani secara maksimal," saran Henry.

Sebelumnya, Country Director for Indonesia and Timor-Leste, Bank Dunia, Carolyn Turk membeberkan hasil survei yang menyebut harga beras di Indonesia tertinggi di ASEAN. Sedangkan kesejahteraan petani Indonesia paling jeblok.

"Konsumen Indonesia telah membayar harga tinggi untuk beras. Harga eceran beras di Indonesia secara konsisten lebih tinggi daripada di negara-negara ASEAN," ungkap Turk dalam Indonesia International Rice Conference (IIRC), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (19/9).

Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, mahalnya beras di Indonesia karena panjangnya rantai pasok.

Ditambah, sulitnya petani mendapatkan kebutuhan pupuk hingga benih unggulan. "Yang begini harusnya dikontrol, sehingga produktivitas terganggu," ujar eks Direktur Utama Perum Bulog itu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore