
Menhan Prabowo Subianto mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2022). Rapat Dengar Pendapat ini membahas tentang penyesuaian RKA Kemhan/TNI TA 2023. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Berdasarkan data dari World Bank, Harga beras di Indonesia termasuk termahal di ASEAN. Bahkan, kenyataannya masih banyak petani di Indonesia yang masih miskin. Salah satunya, akibat rendahnya harga gabah.
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih meminta Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk memilih Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang pro terhadap petani.
“Kami berharap betul kepada beliau (Prabowo), punya perhatian yang serius terhadap sektor pertanian. Lindungilah kami-kami ini,” ujar Henry, di Jakarta, Rabu (25/9).
Dia menilai, Kepala Bapanas saat ini, Arief Prasetyo Adi, tak memiliki keberpihakan kepada petani. Hal ini, kata Henry, terlihat bari beberapa kebijakannya, termasuk soal harga gabah.
Berkali-kali, kata Hendry SPI mengkritik kebijakan Bapanas. Namun, tetap tidak didengar. “Sama-sama masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Saya kira, Kepala Bapanas memang harus diganti,” tututnya dikutip RM.id (Jawa Pos Group).
Dia berharap, pemerintahan Prabowo memilih figur yang benar-benar paham sektor pertanian dan berpihak kepada petani.
Tata kelola perberasan nasional sebaiknya diserahkan kepada industri kecil dan koperasi, bukan membuka ruang sebebas-bebasnya kepada kapitalis bermodal besar.
"Satu lagi, Perum Bulog lebih diberdayakan. Kami melihat, Bulog punya keterbatasan keuangan sehingga tidak bisa menyerap gabah petani secara maksimal," saran Henry.
Sebelumnya, Country Director for Indonesia and Timor-Leste, Bank Dunia, Carolyn Turk membeberkan hasil survei yang menyebut harga beras di Indonesia tertinggi di ASEAN. Sedangkan kesejahteraan petani Indonesia paling jeblok.
"Konsumen Indonesia telah membayar harga tinggi untuk beras. Harga eceran beras di Indonesia secara konsisten lebih tinggi daripada di negara-negara ASEAN," ungkap Turk dalam Indonesia International Rice Conference (IIRC), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (19/9).
Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, mahalnya beras di Indonesia karena panjangnya rantai pasok.
Ditambah, sulitnya petani mendapatkan kebutuhan pupuk hingga benih unggulan. "Yang begini harusnya dikontrol, sehingga produktivitas terganggu," ujar eks Direktur Utama Perum Bulog itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022