
Barantin kunjungi Tiongkok dukung peningkatan ekspor sarang burung walet.
JawaPos.com–Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan komitmen mendukung dan memfasilitasi ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok. Itu dilakukan melalui serangkaian langkah strategis dalam kunjungan ke Tiongkok.
Delegasi Barantin kunjungan ke Yanzhiwu Ecological Industrial Park di Tong'an District, Xiamen, Tiongkok. Yanzhiwu memiliki luas kawasan 15 hektare dan merupakan pabrik pengolahan sarang burung walet yang menggunakan konsep Green Smart Factory.
Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean mengatakan, kunjungan kerja itu merupakan langkah lanjutan dari pertemuan-pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Seperti pertemuan Mekanisme Kerja dan Dialog Tingkat Tinggi RI-Tiongkok (HDCM) ke-IV di Labuan Bajo.
”Fokus utama kunjungan ini untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam pengawasan dan pemantauan terhadap komoditas ekspor khususnya komoditas sarang burung walet yang diekspor dari Indonesia ke Tiongkok,” papar Sahat.
Sahat menegaskan, akan menjamin mengawal penerapan standard food safety sesuai standar internasional bagi produk komoditas pangan khususnya sarang burung walet dari Indonesia. Dia mengajak perusahaan besar Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia guna membangun pabrik hilirisasi. Perusahaan besar walet diajak untuk membuka pabrik ready-to-drink di Indonesia.
”Kami akan menjamin sarang burung walet yang berkualitas serta standarisasi food safety sarang burung walet yang keluar dari Indonesia,” ujar Sahat.
Dalam kesempatan itu, perwakilan dari perusahaan Yanzhiwu menyampaikan hanya menggunakan bahan baku sarang burung walet dari Indonesia. Pada tahun lalu, Yanzhiwu mengimpor sekitar 70 ton sarang burung walet dari Indonesia. Itu mencapai 20 persen dari total ekspor Indonesia ke Tiongkok.
Diperkirakan, Yanzhiwu akan meningkatkan hingga 150 ton lebih pada 2027. Yanzhewu juga sambut baik komitmen Barantin dalam menjaga standar kualitas sarang burung walet asal Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut PT Esta Indonesia, rekanan Yanzhiwu di Indonesia turut hadir mendampingi jajaran Barantin. CEO PT Esta Indonesia Hoo Anton Siswanto menyampaikan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia (BRIN), Yanzhiwu, dan PT Esta Indonesia, pada Maret perihal pendirian pusat penelitian burung walet Indonesia.
”Kami merasa terhormat menjadi salah satu perusahaan yang mewakili Indonesia dalam kunjungan ini. Terima kasih kepada Barantin atas dukungan memajukan industri sarang burung walet nasional,” ujar Hoo Anton Siswanto.
Dia menambahkan, kerja sama pembentukan pusat penelitian walet Indonesia antara PT Esta Indonesia bersama Yanzhiwu dan BRIN diharapkan tidak hanya menghasilkan keuntungan komersial, tetapi juga dampak positif bagi pengembangan industri sarang burung walet yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
